Menanti Perbaikan Pendidikan Vokasi - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 07 Desember 2018

Menanti Perbaikan Pendidikan Vokasi

Bupati Lambar paparkan potensi daerah dan program pemerintah kabupaten Lambar saat Rakor vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta pusat (7/12) 2.Bupati Lambar hadiri Rakor pengembangan vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta pusat (7/12) 

LAMBAR- Pasca Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan 11,24% pengangguran didominasi oleh lulusan SMK. Pemerintah pun serius melakukan koordinasi dengan beberapa pihak untuk perbaikan pendidikan vokasi untuk mempebaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu berdaya saing. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, pemerintah perlu mendorong perbaikan kualitas SDM, dimulai dari daerah.”Artinya mulai dari beberapa pemerintah daerarh. Untuk meningkatkan kualitas SDM, kita lebih bagus untuk melihat semua, mengindentifikasi dan mengusulkan bidang apa saja yang perlu ditingkatkan,". Vokasi yang dimaksud Darmin sendiri, bukan hanya seperti SMK yang ada saat ini, tapi menekankan terhadap kurikulumnya, sampai pada praktiknya."Modulnya harus jelas. Kalau mengelas, ya mengelas saja. Otomotif ya otomotif. Kopi ya kopi. Mulai dari pembenihan, membibit bagaimana budidaya yang baik. Bagaimana panen dan prosesnya, dan sebagainya,".

Bupati Lambar paparkan potensi daerah dan program pemerintah kabupaten Lambar saat Rakor vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta pusat (7/12) 2.Bupati Lambar hadiri Rakor pengembangan vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta pusat (7/12) 

Oleh karena itu, SMK yang ada sekarang ini perlu diidentifikasi ulang. Misalnya saja, masing-masing daerah harus ada 3-5 SMK. Sehingga memudahkan merumuskan bagaimana kurikulumnya, bukan hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga mendapatkan sertifikasi kompetensi. "Lulusan kopi yang bersetifikasi urusan bibit, me-roasting, barista. Maka sekolah tiga tahun tidak hanya dapat ijazah. Dia (siswa SMK) dapat 5-6 sertifikasi kompetensi, di DO (drop out) pun bisa kerja,".

Bupati Lambar paparkan potensi daerah dan program pemerintah kabupaten Lambar saat Rakor vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta pusat (7/12) 2.Bupati Lambar hadiri Rakor pengembangan vokasi SMK di Gedung Ali Wardhana Jakarta pusat (7/12) 

Selain itu, vokasi juga akan membuat pekerja lebih baik dalam mendapatkan pekerjaan. Dengan begitu, bisa memajukkan industri, yang akhirnya membuat daya saing Indonesia lebih kuat. Idealnya begitu lulus dari SMK akan langsung bekerja, tidak seperti sekarang. Kapasitas SMK pun akan lebih tinggi dari BLK. Dengan begitu, para pelaku industri dan usaha akan senang hati menerima lulusan SMK."Industri akan senang, karena tenaga kerja yang terampil, tidak perlu ada proses pendidikan dan seterusnya. Buat siswa pun akan merasa senang, selesai belajar langsung dapat pekerjaan. Pemerintah juga jadi lebih ganpang mengurangi pengangguran dan ekonomi secara nasional akan jadi kuat,".

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengembangan vokasi (SMK) sesuai dengan potensi daerah yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Ruang Rapat Mahakam Lt III, Gd Ali Wardhana, JL. Lapangan Banteng Timur No. 2-4  Jakarta Pusat Jum'at (7/12/2018),  ia merupakan satu-satunya Bupati yang di undang dalam acara tersebut. “Lampung Barat merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Lampung, dan untuk meningkatkan produktivitas dan turunan kopi yang kita hasilkan, maka pada TA 2019 Lampung Barat akan mendirikan sekolah kopi,” kata Parosil menjelaskan salah satu materi yang disampaikan pada peserta Rakor.

Tahap awal sekolah kopi tersebut sifatnya tidak formal. Jadi seluruh lapisan masyarakat bisa belajar di sekolah kopi yang akan dipusatkan di kebun percontohan milik Pemkab di Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya.“Jadi ada beberapa disiplin ilmu yang bisa didapatkan bagi peserta pendidikan, dari pengolahan lahan, pembibitan, sistem stek, barista, pengelolaan pasar, dan saya pastikan bahwa seluruh warga Lambar bisa belajar disini, tanpa melihat latar belakang pendidikan formal serta usia,” kata Parosil, seraya mengatakan program tersebut selaras dengan program Presiden RI Joko Widodo.

Program Bupati Lambar bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin yang dikembangkan sesuai potensi daerah sudah cukup banyak seperti sekolah kopi, program literasi, tangguh bencana dan kabupaten konservasi “Semua program yang kita jalankan tidak ada yang spektakuler, tetapi semua disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Lampung Barat serta potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution "Selama ini, lulusan SMK merupakan penyumbang angka pengangguran terbesar, yakni sebesar 8,92 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2018. Hal ini dikarenakan masih lemahnya pemetaan potensi lokal sehingga, pemerintah berencana untuk memetakan pendidikan vokasi di SMK agar sesuai dengan potensi lokalnya, rencananya Pemerintah Akan Dirikan SMK Khusus Kopi" ujarnya.

Terakhir,  pihaknya berharap  bisa sharing karena total anggarannya cukup besar dan daerah juga bukan hanya minta, kami juga menginisiasi. Kalau pembangunan sekolah kopi di Lampung Barat sendiri saja karena kebetulan konsepnya agrowisata memakan biaya Rp 12 miliar.Peserta undangan lainnya yakni delapan gubernur, masing-masing Gubernur Jawa Barat,Jawa Tengah,Sumatera Utara,Jawa Timur,Kepulauan Riau,Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Bali, wakil ketua Kadin Bidang Ketenagakerjan dan Hubungan Industrial dan Ketua Komite Tetap Pelatihan Tenaga Kerja Kadin Indonesia.(Ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad