Proyek Rehabilitasi Sekolah Di Lambar Harus Transparan - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 17 November 2018

Proyek Rehabilitasi Sekolah Di Lambar Harus Transparan



LAMBAR-Tahun 2018 Pemerintahkabupaten lampung Barat(lambar),khususnya Dinas Pendidikan melaksanakan beberapa kegiatan proyek, mulai dari rehabilitasi sekolah, pengadaan dan pembangunan serta kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang diadakan dibeberapa kecamata/desa.

Artinya,Sarana prasarana sekolah merupakan salah satu komponen dalam pendidikan, yang juga merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh sekolah. Hal ini disebabkan karena keterbatasan fasilitas sekolah serta kurang adanya manajemen yang baik dari pengelola, seperti bangunan sekolah yang rusak, media pembelajaran yang kurang memadai.


kurangnya ruang kelas sehingga terdapat satu rombongan belajar ditempatkan di ruang multimedia yang tidak sesuai dengan standar luas ruang kelas,kurangnya perencanaan dalam pengadaan fasilitas sehingga sering terjadi kegiatan pengadaan yang tidak sesuai spesifikasi yang dibutuhkan pengguna, pendistribusian sarana yang tidak merata, kurangnya penjagaan dan pemeliharaan sarana prasarana yang telah dimiliki, dan lain sebagainya. 

Bangunan sekolah yang rusak dapat mempengaruhi kualitas pendidikan peserta didiknya karena secara psikologis anak tidak nyaman belajar pada bangunan yang hampir roboh .
Oleh karena itu kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Peningkatan dana pendidikan sangat diperlukan guna terciptanya pendidikan yang sehat.


Keterbatasan fasilitas sekolah seperti bangunan sekolah dan ruang kelas yang rusak, media pembelajaran yang kurang memadai akan bisa teratasi bila ada peningkatan anggaran dana dari pemerintah. Pendidikan akan membaik bila adanya guru yang berbobot dan dana yang cukup untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.

Salah satu tugas dinas pendidikan sesuai dengan renstra dan permasalahan sarana prasarana tersebut adalah dengan menjamin akses layanan pendidikan kepada seluruh masyarakat khususnya dikabupaten lambar,melalui Rehabilitasi Ruang Kelas dimana terjadi kesulitan dalam penganggaran dan dalam pelaksanaannya kurang mendapat respon dari kabupaten/kota. Pendanaan rehabilitasi ruang kelas lainnya dilakukan melalui Bansos Ditjen Dikdas seperti Bansos Rehabilitasi Ruang Kelas di Daerah Bencana dan Tertinggal. Kendala program ini  adalah tidak sistemik yaitu terbatas pada daerah bencana dan daerah tertinggal, sementara kerusakan ruang kelas dapat terjadi dimana saja.

Disamping itu rehabilitasi dilakukan melalui program bantuan luar negeri seperti Basic Education Program (BEP) yang memberikan bantuan bagi penguatan manajemen pendidikan dasar yang salah satu programnya adalah rehabilitasi ruang kelas berbasis partisipasi masyarakat. Jumlah rehab yang dilakukan jumlahnya sangat terbatas sesuai komitmen lembaga pemberi bantuan.

Berdasarkan data di lapangan, Program rehabilitasi yang dicanangkan pemerintah Pusat maupun kabupaten sekarang ini adalah program pembangunan yang bertumpu pada masyarakat yang berarti pembangunan dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat.Oleh sebab itulah di setiap sekolah perlu membentuk komite.

Dengan demikian rehab sekolah yang ada dikabupaten lampung barat (Lambar),Harus transparan ,jangan ditutup-tutupi kepada Bublik,agar masyarakat tau bahwa sekolah itu dapat bantuan berupa di perbaiki.(Ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad