Hari Pahlawan Bukan Semata Sebuah Acara Namun Harus Bermakna Semangat Pahlawan Di Dadaku - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 09 November 2018

Hari Pahlawan Bukan Semata Sebuah Acara Namun Harus Bermakna Semangat Pahlawan Di Dadaku



LAMBAR-Tema besar peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018 adalah Semangat Pahlawan di Dadaku,pertanyaan yang keluar dari dalam diri kita.

Yaitu mengapa semangat pahlawan perlu diendapkan kembali di dalam diri kita Karena saat ini semangat pahlawan sesuai dengan asal kata pahlawan dari pahala- telah tergantikan oleh sikap pamrih sebagai pemicu atau motivator tindakan kita.

Mengobarkan semangat para pahlawan yang telah berjuang,membawa negara ini ke alam kemerdekaan bukan sekadar wacana tanpa praktik nyata,lebih dari itu harus diawali oleh apa yang harus diperbuat.

Bagaimana memperkenalkan dan membumikan semangat para pahlawan ke dalam jiwa generasi sekarang yang telah begitu dalam terjerembab ke dalam ingar-bingar popularitas tokoh-tokoh entertain/hiburan semisal para artis.


Atau bagaimana cara mengendapkan semangat para pahlawan kepada generasi yang kadung telah menghargamatikan pemujaan mereka kepada tokoh-tokoh luar yang telah terbalut emosi keagamaan.

Kedua sikap tersebut memang tidak salah selama sikap mengidolakan para tokoh tersebut tidak disertai sikap fanatik yang berlebihan.

Hal paling mendesak sebagai upaya mengendapkan semangat para pahlawan di dalam dada ialah dengan mengenalkan para pahlawan,sikap, perjuangan, dan sejarah kehidupan mereka kepada anak-anak dari usia dini (TK dan PAUD) hingga sekolah lanjutan atas (SLTA). 

Di masa pemerintahan Orde Baru,uapaya ini diimplementasikan melalui kurikulum dan mata ajar khusus: Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), mata ajar IPS (Sejarah) juga banyak membahas perjuangan bangsa dan para pahlawan. Setiap kelas diharuskan memasang gambar para pahlawan berukuran poster.


Dari paparan di atas sangat jelas, untuk mengendapkan semangat pahlawan di dalam dada tiada lain dengan menggali dan mengurai kembali sejarah perjuangan bangsa kita sendiri hingga ke akar-akarnya. 

Menanamkan sikap sebagai bangsa besar di dalam generasi kita yang dapat mengikis sikap inferior kita saat berhadapan dengan bangsa lain.Sebab secara kemanusiaan, siapapun mereka, bule atau hitam merupakan mahluk Tuhan yang sama kedudukannya secara kemanusiaan. 

Sabtu (10/11/2018)di Lapangan Kantor Bupati Lampung Barat, dalam rangka mengenang dan memperingati perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, Selaku Inspektur Upacara M.Mansyur Madjid,S.H.,M.H yang merupakan Kepala Kejaksaan Negeri Liwa.

Dalam kesempatan tersebut M.Mansyur menyampaikan "Peringatan hari pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna, bukan hanya sebagai prosesi namun subtansi setiap peringatan hari pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan.

Semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah.

Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia", terangnya.

Selanjutnya,Tema hari Pahlawan tahun 2018 adalah ”Semangat Pahlawan di Dadaku” mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan,setiap warga negara indonesia tanpa terkecuali dapat berinisiatif mengabdikan untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Terakhir pihaknya mengatakan, pada hakikatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang karena,setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya dan  estafet perjuangan berlanjut pada estafet perjuangan berikutnya.

Sesuai tuntutan lingkungan strategis.oleh karenanya dibutuhkan sosok pemuda indonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa patriotisme,pantang menyerah, disiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya.

Sadar bahwa negerinya memiliki beragam agama, suku, adat istiadat namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dipergunakan untuk keunggulan indonesia dalam pergaulan dunia, tutupnya.

Kemudian di tempat terpisah dilanjutkan tabur bunga dan do'a bersama oleh Asisten dan Staff ahli, Forkopimda serta beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkab Lambar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Liwa sebagai tanda hormat untuk pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.(Ir.Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad