Habiskan Anggaran Apbd Pembuata Gazebo Asal Jadi - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 02 November 2018

Habiskan Anggaran Apbd Pembuata Gazebo Asal Jadi



LAMBAR- Pemerintah Kabupaten lampung Barat (Lambar) sudah sepatutnya memberikan peluang dan contoh kepada masyarakat agar komuditas yang juga sebagai identitas kabupaten lambar menjadi komuditas yang berkelas dan ekslusif.

Sehingga nilai ekonomi proyek menjadi terdongkrak namun semangat ini hanya dimanfaatkan oleh oknum untuk keuntungan pribadi.

Seperti pembuatan gazebo di samping gedung DPRD kabupaten lampung barat (Lambar) yang dibangun menggunakan APBD melalui Kesekretariatan pemkab lambar bidang perlengkapan.

Pembangunan tersebut tentunya diharapkan menjadi contoh dan dapat di adaptasi oleh masyarakat khususnya masyarakat kabupaten lampung Barat,karena mempunyai nilai estetika yang unik.


Sayangnya dalam proses pembuatan gazebo tersebut terkesan asal-asalan tanpa memperhatikan karakter dari pembuatan itu sendiri sehingga kwalitas nya pun patut dipertanyakan.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya,dengan salah satu yang ada di DPRD lambar sepontan mengatakan kepada Editorlambar.com,itu di kerjakan oleh pihak ke dua.

Selain itu dia juga meminta kepada instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum sebagai instansi eksekutor pembangunan proyek fisik,Jangan suka tutup mata soal anggaran dan pembangun.


bersikaplah bijak dan transparan dalam pengolahan anggaran pembangunan untuk Kabupaten lampung barat (Lambar)," pembangunan Gazebo milik Sekretariat Dewan. Pasalnya,proyek senilai Rp189 juta menggunakan dana APBD tersebut dinilai tidak bermanfaat.

Selama ini pemerintah berkoar-koar untuk mensejahterakan rakyat tapi kenyataannya anggaran yang ada justru dialokasikan untuk pembangunan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

jika dilihat dari segi manfaatnya, pembangunan Gazebo di samping gedung DPRD itu tidak ada manfaatnya dan hanya menghabur-hamburkan uang rakyat.

Bisa kita lihat saat ini musim penghujan, atapnya sudah bocor dimana-mana, kemudian air tergenang karena tidak mengalir dengan lancar. Selain pembangunannya mubazir, juga pembangunannya diduga asal-asalan karena baru dibangun atapnya sudah banyak yang bocor.Ini jelas perencanaanya dari awal tidak matang.(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad