Pelatihan Peningkatan Mutu Dan Keamanan Pangan - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 24 Oktober 2018

Pelatihan Peningkatan Mutu Dan Keamanan Pangan



PESIBAR-Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kehumasan Syamsu 
Hilal,S.Sos..mengatakan kesadaran kita sebagai masyarakat dalam mengkomsumsi pangan yang aman.

Yang merupakan aspek yang penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia bahkan merupakan kunci keberhasilan dalam kegiatan pengembangan keamanan pangan, hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan pelatihan peningkatan mutu dan keamanan pangan kabupaten pesisir Barat ,Kamis (25/10/2018) yang bertempat Di Gedung PKK .

Ditambahkannya, Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kehumasanpemberian pemahaman kepada masyarakat harus terus dilakukan baik kepada para petani, pedagang pangan segar, pengelolaan pangan maupun konsumen, tentang dampak buruk bagi kesehatan yang ditimbulkan oleh pangan yang tidak aman.


“Saya berharap para petani, pedagang, pengelola pangan mengedepankan proses produksi sesuai dengan kaidah yang benar”.

Dengan Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang mutu dan keamanan pangan serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman petani pedagang pangan segar dan pengolah pangan dalam pentingnya keamanan pangan.

Masih kata Syamsul Hilal,Pola konsumsi pangan yang sehat perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran terhadap pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.


Dimana rendahnya kualitas pangan yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa, apalagi dalam menghadapi kompetisi global yang penuh persaingan.

Saat ini dengan bertambahnya aneka ragam jenis pangan segar maupun olahan di masyarakat dengan sendirinya telah pula mengubah pola konsumsi pangan masyarakat kita. 

Sebelumnya bahan pangan yang bersumber dari lingkungan di pekarangan dan sekitarnya yang masih terjaga baik mutu dan keamananannya telah berganti kepada jenis bahan pangan yang instant atau cepat saji.

Perubahan pola konsumsi panganini selanjutnya diikuti pula dengan masuknya bahan pangan yang beredaryang tidak memenuhi syarat bahan pangan beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA)bagi kesehatan manusia karena telah tercampur bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya baik secara fisik, biologis maupun kimia.

Selanjutnya dalam upaya melakukan peningkatan kualitas bahan pangan, maka pemerintah melalui peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang keamanan, mutu, dan gizi pangan dan peraturan menteri pertanian nomor 20/permentan/OT.140/2/2010.

Tentang sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian berusaha melindungi masyarakat dari bahaya dan dampak penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya dan penggunaan zat kimia berbahaya pada bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat.

Untuk itu terkait mutu dan keamanan pangan merupakan salah satu syarat bagi izin edar bahan pangan di pasar.Acara pembukaan pelatihan peningkatan mutu dan keamanan pangan kabupaten pesisir barat tahun 2018,

Dihadiri  sekretaris daerah, staf ahli bupati, para asisten,kepala OPD dan para camat di lingkungan pemerintah kabupaten pesisir barat,ketua tim penggerak PKK kabupaten pesisir barat beserta seluruh ketua tim penggerak Pkk tingkat kecamatan ,para narasumber pelatihan dari dinas ketahanan pangan provinsi lampung dan balai pom wilayah lampung.(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad