Penutupan Liwa Fair Jadi Kelender Tahunan Ini Kata Bupati sapan Pacik - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 22 September 2018

Penutupan Liwa Fair Jadi Kelender Tahunan Ini Kata Bupati sapan Pacik



LAMBAR- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus,mengatakan selain sebagai pusat informasi, dan pameran pembangunan, serta ajang promosi kerajinan tradisional masyarakat,maka Pemerintah kabupaten lampung barat  Liwa Fair menjadi kelender tahunan.

Pameran pembangunan seperti ini,momen sudah ditunggu-tunggu masyarakat.Oleh karenanya Pemkab lambar akan melaksanakan Liwa Fair di tahun-tahun mendatang,dan menjadi kelender tetap kabupaten lambar Hebat.

Kata Bupati Parosil Mabsus, saat menutup Liwa Fair 2018, pada Sabtu (23/9/2018)malam Minggu.di Panggung Utama Liwa Fair Islamic Center Kawasan Sekuting Terpadu Kecamatan Balik Bukit lampung Barat.


Liwa Fair tersebut dilaksanakan oleh pemkab Lambar bekerja sama dengan,anggota Forkompinda pemkab lambar serta semua jajaran panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi mulai dari tahap perencanaan sampai kepada pihak event organizer PT. Global futurindo .

Bupati  lambar Parosil menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada peserta pameran, baik badan, kantor, dinas, pengusaha, organisasi, dan lembaga ,yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan acara Liwa Fair.

Mudah-mudahan apa yang telah dipamerkan dan ditampilkan di pameran  Liwa Fair,untuk kepentingan masyarakat dan pada gilirannya bermanfaat bagi pembangunan dan kemajuan Kabupaten lambar. Apalagi acara ini juga memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat Lambar khususnya dan umumnya.

Menurut  Bupati  kabupaten lambar, pameran Liwa Fair banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh diantaranya bisa sebagai informasi pembangunan kepada masyarakat, sehingga msyarakat tahu apa yang telah dicapai, termasuk masalah-masalah apa yang dihadapi pemerintah, dan apa yang harus dilakukan ke depan.

Keberhasilan dan kemajuan Daerah Kabupaten Lambar tidak akan tercapai,apabila tidak didukung masyarakat. Mari kita mewujudkan kabupaten Lambar yang bersih, aman, indah, dan menjadi kabupaten yang siap menerima kunjungan sauadara-saudara kita dari luar, artinya Lambar jadi kabupaten yang ramah,Ini tentunya harus mendapat dukungan semua pihak,Ucapnya.


Pada Sisi Lain,Dalam laporannya ketua panitia Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir.Nata Djudin Amran menyampaikan bahwa.

Perhelatan pameran Liwa Fair 2018 telah diikuti oleh 48 stand yang terdiri dari stand kecamatan,stand badan atau dinas instansi ,stand organisasi pemuda dan organisasi wanita , stand BUMD Dan perbankan ,stand instansi vertikal , stand perusahaan otomotif ,stand UKM dan 1 unit wahana bermain.

Pada acara penutupan Pameran Liwa Fair dan Hut lambar ke-27 tersebut, juga diumumkan stand terbaik yang mendapat penilaian pihak panitia penyelenggara. Penutupan pameran Liwa Fair juga dipadati ribuan masyarakat Dari Manca Negara.

Yang tidak mau menyia-nyiakan hari terakhir pelaksanaan penutupan pameran tersebut. Selain datang melihat-lihat materi pameran, pengunjung juga membeli buah tangan baik pakaian, pernak-pernik, dan lainnya yang disediakan para pedagang.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin, Sekdakab Lambar Akmal Abdul Nasir, SH, Dandim 0422/LB Letkol Kav Adri Nurcahyo, S,T, M.si.,serta jajranya, Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto S.Ik,serta Jajarannya,Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD Lambar, Ketua Penggerak PKK Lambar, Ketua Persit Kodim 0422/LB, Ketua Darma Wanita.


Pameran Liwa Fair ini di laksanakan selama 7 hari dari tanggal 15 September sampai dengan 22 September 2018 dengan kegiatan pendukung yaitu jalan sehat bersama bupati,sepeda santai, festival bonsai ,pergelaran musik band, lomba foto kreatif.

Lomba lampu penjor,lomba mobil hias,lomba juru promosi pameran, lomba solo song ASN, Lomba fashion show, pagelaran musik band, lomba mewarnai dan baca puisi ,lomba paduan suara PKK lomba butetah , lomba nyambai ,lomba busana daerah Lampung tingkat paud dan umum dan lomba festival kuda lumping serta semalam bersama sanggar setiwang "paparnya.

Selama tujuh hari perhelatan pameran mulai sore sampai malam dengan jumlah kunjungan mencapai +- 78'623 orang dan nilai perputaran uang mencapai +- Rp. 2.115.012.000_,hal ini telah terjadi peningkatan lebih di bandingkan tahun sebelum nya dimana jumlah kunjungan di tahun sebelumnya mencapai +_ 53.640 orang dan nilai perputaran uang mencapai +_ 1 milyar rupiah .

Nilai tersebut didapat dari berbagai jenis usaha termasuk OPD,otomotif  yang berhasil menjual 10 unit kendaraan roda 2 dan 8 unit kendaraan roda 4 yang menepati stand serta UKM dari berbagai jenis bidang usaha seperti transaksi rumah makan ,hotel dan parker.

Terakhir ada dua kegiatan yang cukup meriah dan tingkat kehadiran masyarakat cukup tinggi di luar perkiraan yaitu satu malam bersama sanggar setiwang dan lomba  nyambai dan butetah.(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad