P2TP2A Dalam Mengatasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 05 September 2018

P2TP2A Dalam Mengatasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga



LAMBAR- Kekerasan dalam rumah tangga atau domestic violence adalah rangkaian kata yang terdiri dari dua kata yaitu kekerasan atau violence yang menjadi penekanan utamanya, dan kata rumah tangga atau domestic yang menjelaskan tempat peristiwa violence itu sendiri.

Secara sederhana domestic violence dapat diterjemahkan sebagai kekerasan yang terjadi dalam lingkup rumah tangga,pengertian kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan.

Yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.


P2TP2A mempunyai visi mengedepankan pemberdayaan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, sesuai prinsip hak asasi manusia.

Sedangkan misi dibentuknya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak adalah membangun gerakan bersama untuk menghapus kekerasan dan traficking terhadap perempuan dan anak.

Memberikan pelayanan yang meliputi pendampingan psikologis, advokasi serta informasi terhadap perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan, menjadikan P2TP2A sebagai basis.

Pemberdayaan perempuan dan anak secara preventif, kuratif dan rehabilitative Berdasakarn uraian tersebut maka akan dianalisis proses perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta upaya P2TP2A dalam mengatasi kekerasan dalam rumah tangga.

Melalui sosialisasi ini P2TP2A Kabupaten lampung Barat(Lambar),dapat eksis merealisasikan berbagai program, strategi serta kebijakan guna menanggulangi permasalahan seputar perempuan dan anak yang akhir-akhir ini marak muncul kepermukaan.

Wakil Bupati kabupaten lampung Barat Juga berharap agar semua masyarakat bisa bersatu padu untuk menangani masalah yang ada melalui peningkatan Koordinasi dan Komunikasi. “Satu langkah peduli sangat berarti darpada hanya diam menanti hal besar dan lebih buruk terjadi”  

Pembentukan Satgas Dan Sosialisasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Periode 2018-2022 dilaksanakan di GSG Ratu Piekulun RSUD Alimuddin Umar, Rabu (5/9/2018).

Acara yang di buka oleh Wakil Bupati Lampung Barat Drs.Mad Hasnurin dan di hadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesra Sekdakab Lambar Drs. Adi Utama , Kepala OPD, Ketua TP PKK Lambar Partinia Parosil.


Wakil Ketua TP PKK Gurti Mad Hasnurin, Pengurus P2TP2A Lamban Singgah Andan Jejama Kabupaten Lampung Barat dan  Narasumber,

Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin menyampaikan  berbagai bidang dan program pembangunan terus kita upayakan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera di Kabupaten Lambar ini.

Selanjutnya dengan meningkatnya upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak maka akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang selanjutnya akan memberikan kesempatan kerja yang semakin luas, kesempatan memperoleh penghasilan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Namun sampai saat ini masih merupakan permasalahan bahwa perempuan dan anak selalu dijadikan objek kejahatan dan kekerasan di indonesia dan juga di Kabupaten Lampung Barat ini.

Banyak faktor yang menyebabkan mengapa perempuan dan anak-anak selalu dijadikan objek kejahatan dan kekerasan oleh pelakunya.

Salah satunya adalah kurangnya upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang menyebabkan mereka selalu diperlakukan kurang adil bahkan diluar batas prikemanusiaan.

Dengan terbentuknya satgas P2TP2A diseluruh kecamatan diharapkan semakin mensolidkan pembinaan dan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan penganiayaan dan pelecehan seksual.

Selain itu juga tujuan dari satgas ini adalah untuk memfasilitasi kebutuhan perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dalam pemenuhan haknya sebagai korban yaitu hak atas kebenaran dan hak atas pemulihan.

Ketua Panitia Sekretaris Dnas PP,KB,PP dan PA Lambar Ir.Iriansyah menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah dengan dibentuknya satuan tugas P2TP2A diharapkan dapat menangani masalah perempuan dan anak.

Korban kekerasan dalam memenihi hak korban yaitu hak atas pemulihan dan pemberdayaan bagi perempuan dan anak.

Mewujudkan kesejahteraan keadilan kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan perempuan dan anak secara menyeluruh.

Selanjutnya kegiatan tersebut berjumlah 105 peserta berasal dari Camat, aparatur Pekon, tokoh agama ,tokoh masyarakat dan adat di wilayah kabupaten Lambar . (Editorlamba. Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad