Meningkatkan Kompetensi Diri Ini Kata Sekdakab - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 03 September 2018

Meningkatkan Kompetensi Diri Ini Kata Sekdakab



LAMBAR-Dalam otonomi daerah diperlukan adanya sumberdaya manusia yang handal sebagai salah satu kunci pencapaian otonomi daerah.

Yang baik dalam rangka pencapaian Good Governance,pada kenyataannya saat ini kualitas sumberdaya manusia yang ada masih sangat kurang yang dapat dilihat.

Dari berbagai masalah yang ditemukan pada daerah-daerah salah satunya adalah pegawai yang kurang disiplin yang berakibat kurang optimalnya kinerja pegawai dan berpengaruh pada integritas Pegawai Negeri Sipil.


Beberapa permasalahan mengenai kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil banyak kita temukan pada saat sekarang ini.

Disiplin pegawai perlu untuk ditingkatkan dan dioptimalkan kembali untuk dapat meningkatkan hasil atau kinerja dan dalam rangka pencapaian Good Governance.


Artinya terhadap kualitas pegawai (Sumber Daya Manusia) merupakan bagian dari reformasi pemerintahan dalam rangka mengarah pada pencapaian good governance.

Upaya yang dapat dilakukan melalui sistem manajemen kinerja, tidak hanya pada staf akan tetapi menyeluruh dari pegawai jajaran kepemimpinan sampai dengan pegawai pada tingkat operasional.

Tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan memberikan sinyal pada birokrasi untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian,sebuah organisasi harus mampu beradaptasi secara cepat agar perubahan yang terjadi tidak mengganggu kinerjanya.


Dalam konteks otonomi daerah, konsep pengukuran kinerja merupakan salah satu ukur kemampuan aparatur pemerintah daerah dalam melaksanakan kewenangannya.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai yang baik salah satunya adalah disiplin pegawai Seorang pemimpin harus dapat memberi motivasi kepada pegawai yang dapat mengakibatkan adanya dorongan kepada para pegawai.

Untuk secara sadar melakukan pekerjaan yang dihadapi sehingga dapat mempengaruhi disiplin pegawai untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang telah ditentukan dalam undang-undang atau peraturan kedinasan.

Kebutuhan sumberdaya manusia yang dapat bekerja efektif dan efisien diperlukan agar seluruh target kerja yang dibebankan organisasi kepada pegawai dapat dicapai.

Dalam rangka peningkatan otonomi daerah diperlukan keberhasilan pada tiap-tiap bidang penting yang berpengaruh dalam keberhasilan otonomi daerah,disiplin kerja pegawai yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pencapaian kinerja yang tinggi adalah mengenai disiplin pegawai. Seseorang yang berhasil atau berprestasi biasanya adalah mereka yang memiliki disiplin tinggi.

Seseorang yang sehat dan kuat biasanya mempunyai disiplin yang baik, dalam arti ia mempunyai keteraturan di dalam menjaga dirinya,ciri utama dari disiplin adalah adanya keteraturan dan ketertiban.

Berbagai usaha perlu dilakukan organisasi agar seluruh pegawai dapat bekerja lebih efektif dan efisien Pentingnya kerja organisasi secara keseluruhan sangat tergantung kepada kinerja masing-masing pegawai secara perorangan.

Idealnya adalah masing-masing pegawai mampu melaksanakan apa yang menjadi tugasnya dengan benar, sehingga semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dan terciptalah pelayanan yang berkualitas.

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya, termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab,Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dsb).

Jadi, bila disimpulkan secara umum, disiplin merupakan bentuk ketaatan dan kepatuhan kepada sesuatu peraturan yang telah dibuat.

Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan.

Pendisiplinan bisa jadi menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman dimana hal ini bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain. 

Dengan Keputusan Bupati Lampung Barat Tentang Pengangkatan CPNS menjadi PNSD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,Senin (3/9/2018) yang bertempat  di Ruang Rapat Kenghatun BPKD Lambar .Acara yang di ikutioleh 91 peserta tersebut di buka olehSekdakab LambarAkmal Abdul Nasir SH.

Sekdakab Lambar Akmal Abdul Nasir menyampaikan PNS merupakan Aparatur Negara memiliki arti yang strategis dan mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintah dan Pembangunan.

Di sampingitu PNS juga sebagai kader dalam birokrasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan nantinya dan memiliki peranan yang besar dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik.

Masih kata Sekdakab berharap kepada peserta yang telah diangkat statusnya CPNS menjadi PNS ini dapat mensyukuri dengan cara berperilaku disiplin dan selalu berupaya meningkatkan kompetensi diri.

Guna mendukung pelaksanaan tugas di tempat kerjanya masing-masing sehingga dapat memberikan Manfaat untuk kemajuan KabupatenLambar.

Sementara itu dalam Laporan Kepala BKPSDM Lambar Drs. Ismet Inoni Menyampaikan tujuan di laksanakan kegiatan tersebut adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan ASN khususnyaTenaga Kesehatan di lingkunganPemkabLambar.

Kemudian sasarannya adalah pemberian keputusan pengangkatan CPNS menjadi PNS formasi  PTT ,Kementrian Kesehatan adalah terwujudnya ASN yang berdedikasi,

Bertanggung jawab dan jujur dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih amanah dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kemudian CPNS formasi PTT Kementrian kesehatan yang  telah melaksanakan masa percobaan dan mengikuti Diklat dasar ASN serta memenuhi persyaratan.

Untuk diangkat menjadi PNS adalah berdasar kan golongan III- 2 orang , golongan II -91 orang  dan berdasarkan jenis –jenis jabatan tenaga dokter 2 orang dan tenaga bidan 91 orang,(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad