Memeriahkan HUT Lambar Yang Ke 27 Liwa Fair Menggelar Bermacam Lomba - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 21 September 2018

Memeriahkan HUT Lambar Yang Ke 27 Liwa Fair Menggelar Bermacam Lomba


LAMBAR-Banyak Adat Lampung yang dari jaman nenek moyang hingga sekarang yang masih dilaksanakan namun ada juga adat lampung tersebut yang mulai terkikis oleh kemajuan zaman,zaman dulu di setiap pernikahan muli mekhanai lampung selalu ada acara nyambai.

Tapi saat ini sudah jarang dilakukan dengan berbagai alasan, bahkan adat nyambai tersebut sekarang mulai di ganti dengan acara disco remix, namun acara disco remix juga kadang kala juga tidak dilakukan dengan alasan muli nya ga ada, karena sudah pada menikah dan merantau ke kota.

Padahal bila kita kaji acara adat lampung nyambai tersebut banyak sekali manfaatnya, dengan diadakannya acara adat nyambai tersebut bisa memper erat tali silaturrohmi.

Dan ajang perkenalan muli mekhanai lampung dari berbagai daerah, dan lagu serta acara yang dibawakan dalam acara nyambai tersebut sungguh unik diantaranya lagu segata, pantun bersaut.

Dalam Rangka memeriahkan HUT Lambar yang ke 27,Liwa Fair Pemkab Lambar menggelar lomba nyambai dan sore ngananom Ngupi Jejama Barista - PM di panggung Utama Liwa Fair ,Jum,at (21/9/2018).


Acara yang di hadiri oleh Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin , Forkompinda, Muspida , Sekdakab Lambar Akmal Abdul Nasir SH, Asisten dan Staf Ahli Bupati , Kepala OPD Lambar,TNI,Polres, dan undangan lainnya.

Wakil Bupati Lambar mengatakan pengertian Nyambai adalah dihelat menjelang “Tayuhan” sebuah komunitas adat/jukku/kebot, dilaksanakan baik ditempat mekhanai (Bujang) maupun muli (Gadis).

Sedangkan Nyambai Agung adalah Nyambai yang digelar di Gedung Dalom (Istana Kerajaan) dan dihadiri oleh Muli Batin (Puteri Sultan/Raja).

Dan pengertian Unggun Mak Gekhom merupakan Nyambai yang dilaksanakan tanpa ada perhelatan (Tayuhan) yang akan digelar hanya sebagai ajang silaturahmi muli mekhanai (bujang-gadis) untuk mengisi malam hari dengan hiburan, jelasnya.

Kemudian melihat kegiatan ini masyarakat begitu antusias untuk mengikuti lomba nyambai sehingga perlombaan yang seharusnya di mulai pada Jum,at malam harus di majukan jadwalnya menjadi Jum,at hingga malam.


Untuk kedepannya saya berharap akan lebih banyak lagi cabang-cabang lomba yang mengangkat tradisi masa lalu diantaranya lomba nyekhedam dan lain lain.

Selanjutnya  untuk Ngupi jejama Barista - PM ini begitu besar  antusias warga untuk dapat menikmati sajian kopi gratis yang di buat para barista sehingga harus berdesak-desakan antri mengambil kopi.

Bulki Basri, mengungkapkan  Animo masyarakat untuk ikut lomba sangat tinggi,Ternyata peminatnya cukup banyak,” ujarnya.

Dijelaskannya , lomba dua katagori tersebut terbuka untuk pelajar (SMP-SMA), masyarakat umum dan organisasi perangkat daerah  (OPD).

“Komitmen bupati untuk melestarikan adat dan budaya asli Lambar terbukti berhasil. Itu terlihat dari jumlah pendaftar mencapai ratusan, baik berkelompok maupun perorangan,” kata Bulki.

Bukan hanya lomba saja yang bernuansa budaya dan dan adat Lambar, tetapi menjadi satu keharusan pakaian yang digunakan oleh peserta harus bernuansa kain asli motif Lambar yakni Celugam.

Menurutnya, membangkitkan kembali budaya dan adat asli masyarakat Lambar menjadi tugas seluruh elemen masyarakat. Salah satu tugas pemerintah adalah memfasilitasi perkembangannya melalui even seperti HUT Lambar ini.

Sehingga bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat Lambar maupun dari luar Melestarikan adat budaya kita menjadi tanggung jawab bersama.

Untuk itu, kami mengajak masyarakat menyaksikan langsung lomba Butetah dan Nyambai, imbau Bulki. (Editorlambar.Com) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad