Literasi Dalam Perkembangan Jaman - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 27 September 2018

Literasi Dalam Perkembangan Jaman



LAMBAR-literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Literasi memerlukan serangkaian kemampuan kognitif, pengetahuan bahasa tulis dan lisan, pengetahuan tentang genre dan kultural.

Istilah literasi atau dalam bahasa Inggris literacy berasal dari bahasa Latin literatus, yang berarti "a learned person" atau orang yang belajar.Dalam bahasa Latin juga dikenal dengan istilah littera (huruf) yang artinya melibatkan penguasaan sistem-sistem tulisan dan konvensi-konvensi yang menyertainya.


Awal pengertian literasi secara sempit adalah untuk kemampuan dalam hal membaca,namun kemudian ditambahkan juga dengan kemampuan menulis. Pada abad pertengahan.

Sebutan literatus ditujukan kepada orang yang dapat membaca, menulis dan bercakap-cakap dalam bahasa Latin. Carlo M. Cipolla sejarawan Italia menggunakan istilah "Semi-Iliterate" bagi mereka yang dapat membaca tetapi tidak dapat menulis.


Dalam perkembangan waktu, pengertian literasi bukan hanya berkaitan dengan keaksaraan atau bahasa, namun berkembang menjadi konsep fungsional,yaitu literasi berkaitan dengan berbagai fungsi dan keterampilan hidup.

Konsep Literasi dipahami sebagai seperangkat kemampuan mengolah informasi, jauh di atas kemampuan menganalisa dan memahami bahan bacaan. dengan kata lain, literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup bidang lain, seperti Ekonomi, Matematika, Sains, Sosial, lingkungan, keuangan, bahkan moral (Moral Literacy).

Serbuan teknologi informasi yang semakin gencar, dalam dunia pendidikan menggunakan istilah multiliterasi, bahkan multiliterasi kritis (critical multiliteracies). Secara sederhana dapat dikatakan, istilah ini menunjuk pada kondisi mampu secara kritis menggunakan berbagai wahana dalam berkomunikasi. 

Literasi dianggap merupakan inti kemampuan dan modal utama bagi siswa maupun generasi muda dalam belajar dan menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

Pembelajaran literasi yang bermutu adalah kunci dari keberhasilan siswa.di masa depan. Untuk itu dibutuhkan pembelajaran literasi yang bermutu pada semua mata pelajaran.oleh semua guru yang dianggap sebagai guru literasi (teachers of literacy).

Dengan demikian Parosil Mabsus Mencanangkan Hari Kunjung dan Bulan Baca Buku Perpustakaan Sekaligus Pencanangan Pekon Literasi Kabupaten Lampung Barat Di Pekon yang bertempat di Padang Tambak Kecamatan Way Tenong, Kamis(27/9/2018).

Selain Hadir Bupati Lambar Parosil Mabsus Di dampingi Wakil Bupati Lambar Drs.Mad Hasnurin, Ketua DPRD Lambar Edi Novial, Anggota DPRD Lambar, Sekdakab.Lambar Akmal Abdul Nasir,S.H., Asisten ll Bidang Perekonomian Ir Natadjudin Amran.

Forkopimda, Sejumlah Kepala OPD, Ketua TP-PKK Lambar Partinia Parosil Mabsus, Ketua GOW Lambar Gurti Mad Hasnurin, Ketua Dharma Wanita Irma Akmal Abdul Nasir, Camat, Lurah, Peratin, dan Undangan Lainnya.

Bupati Lambar Parosil Mabsus Mengatakan Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak.

Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi,dan aktif memajukan masyarakat dunia.

Keber-literasi-an dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia.

Kemudian pada tanggal 2 mei 2018 yang lalu saya telah mencanangkan kabupaten lampung barat sebagai kabupaten literasi lalu pada hari ini saya mencanangkan pekon padang tambak kecamatan way tenong sebagai pekon/kampung literasi.

Yang menurut Bupati suatu kemajuan yang luar biasa dalam hal gerakan literasi ini dan saya berharap pekon padang tambak akan menjadi pekon model atau contoh dari pekon-pekon yang lain dalam hal gerakan literasi.

"Seperti kita ketahui, pekon literasi adalah kawasan pekon yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas.

Pekon literasi dengan berbagai kegiatan yang berkesinambungan merupakan upaya untuk menjaga agar kegiatan literasi di masyarakat terus berdenyut dan berkesinambungan pekon literasi bisa menjadi tempat lahir dan tumbuhnya simpul-simpul masyarakat yang literasi",imbuhnya.

Terakhir, Pada hari ini juga saya telah mengukuhkan tim gerakan literasi daerah (GLD)Hal ini merupakan amanat dari peraturan Bupati lampung barat.

Nomor 19 tahun 2018 tentang gerakan literasi daerah, bahwa dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan GLD.

Pemerintah daerah membentuk tim gerakan literasi daerah. gerakan literasi daerah adalah sebuah gerakan untuk mensinergikan semua potensi serta memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkan.

Mengembangkan dan membudayakan literasi di kabupaten lampung barat."Pihaknya Mengucapkan Selamat Dan Sukses, Selamat Bekerja dan Berjuang  Kepada jajaran pengurus tim gerakan literasi daerah Kabupaten Lambar",tutupnya.

Ketua tim penggerak Literasi daerah Kabupaten lambar Partinia Parosil Mabsus Menyampaikan Penanaman budaya membaca dan menulis sekolah, masyarakat, serta keluarga merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai mana diamanatkan dalam pembukaan undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945.

Selanjutnya Pihaknya Mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati lampung barat yang pada tanggal 2 Mei 2018 lalu di GOR ajisaka kawasan sekting terpadu. telah mencanangkan kabupaten lampung barat sebagai kabupaten literasi, sehingga geliat kehidupan literasi menjadi tumbuh dikabupaten lampung barat.

Terakhir,Sedangkan kegiatan yang akan dilaksanakan adalah partisipasi  stake holder terkait dengan pengembangan gerakan literasi daerah  dan edukasi literasi di lingkungan  sekolah, masyarakat dan keluarga.,advokasi masyarakat dan lembaga lainnya.

Dalam hal keliterasian, penelitian dan pengembangan literasi, pengembangan komunikasi dan informasi literasi,kerjasama dan kemitraan dengan stake holder, pelayanan perpustakaan , pelayanan tulis-menulis,"Sesuai dengan prinsip pelaksanaan GLD yaitu terintegrasi dan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Maka GLD memerlukan perhatian dan bantuan dari pemerintah,dunia usaha dan  pemangku kepentingan lainnya demi tercapainya kehidupan literasi yang lebih baik",tutupnya. (Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad