(Diklatpim) Tingkat IV Perlu Inovasi - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 25 September 2018

(Diklatpim) Tingkat IV Perlu Inovasi



LAMBAR- Salah satu batu loncatan karier seorang PNS adalah ketika ia dipromosikan dalam jabatan tertentu. Biasanya, pertama kali PNS akan dipromosikan pada jabatan eselon IV sebagai kepala seksi atau kepala subbagian.

Sebelum seorang PNS diprmosikan eselon IV biasanya akan mengikuti diklat khsusus yang disebut dengan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV atau yang lebih sering kita kenal dengan “Diklatpim IV”.

Hal yang dijadikan pertimbangan diklat ini adalah untuk membentuk sosok-sosok pemimpin birokrasi yang memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan kegiatan instansi dan memimpin pelaksanaan kegiatan tersebut.


Tujuan dari penyelenggaraan Diklatpim Tingkat IV,untuk membentuk kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat struktural eselon IV.

Yang akan berperan dan dapat melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing.

Saat diklatpim IV kompetensi yang ingin dibaungun adalah kompetensi dalam kepemimpinan operasional yaitu kemampuan membuat.

Perencanaan kegiatan instansi dan memimpin keberhasilan implementasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang keberhasilannya diindikasikan dengan adanya berbagai kemampuan yang ada pada peserta seperti sikap karakter yang berintegritas, mampu membuat perencenaan kegiatan instansi, inovasi, dan sebagainya.


Persyaratan Peserta Diklatpim IV,Bagi yang akan mengikuti diklatpim harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

Memiliki potensi untuk dikembangkan yang dibuktikandengan dokumen yang sesuai (biasanya hasil assesment)Telah memiliki kompetensi teknis sesuai dengan bidang jabatan sruktural yang akan diduduki, dibuktikan dengan dokumen yang sesuai,Pangkat/golongan minimal Penata Muda Tk.I / III.b

Mampu berkomuniasi dengan bahasa inggris yang dibuktikan dengan sertifikat Educational Testing Service Test of English for International Comunication (ETS TOEIC) dengan skor minimal 400 atau IBT TOEFL dengan skor minimal 30, atau IELTS dengan skor minimal 4, atau LAN ECSCS Test dengan score minimal 65.

Bagi peserta yang belum menduduki jabatan struktural eselon IV, direkomendasikan oleh Baperjakan instansi untuk menduduki jabatan struktural eselon IV tertentu dan diberikan kewenangan untuk melakukan perubahan pada unit kerja eselon IV tersebut.

Kabupaten Lampung Barat terus menjadi contoh best practices daerah lain di Indonesia. Kali ini, peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepimpinan (Diklatpim) IV Kabupaten Lampung Barat,  Provinsi Lampung melakukan benchmarking perihal pelayanan publik di kabupaten Demak, Selasa (25/9/2018).

Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia Kabupaten Lampung Barat mendampingi Peserta Diklat Kepemimpinan Angkatan 18 Tahun 2018 di Demak.Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Ir.Noviardi Kuswan diterima oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Demak Drs.Agus Sutopo,SH.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lampung Barat,Drs.Ismet inoni M.M.mengatakan Demak dipilih sebagai lokasi benchmarking peserta diklat karena perkembangannya yang luar biasa dalam waktu lima tahun terakhir.

"Salah satu tujuan utama pada kegiatan ini adalah menghasilkan inovasi kreatif yang dapat diterapkan untuk pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Benchmarking merupakan proses membandingkan dan mengukur suatu kegiatan organisasi terhadap proses operasi terbaik di kelasnya",ungkapnya.(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad