Bonsai Mewah Jadi Magnet Liwa Fair - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 16 September 2018

Bonsai Mewah Jadi Magnet Liwa Fair



LAMBAR- Seni bonsai merupakan hobi yang banyak digemari oleh banyak orang di seluruh dunia,terutama Asia,tanaman pot ini pertama kali lahir di China dengan nama Penjing,
diperkenalkan saat dinasti Tsin berkuasa dan semakin populer pada masa dinasti Tang.


Nama Bonsai sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti tanaman dalam pot yang dangkal,maka tidak heran, jika pohon-pohon mungil ini banyak ditemukan di Jepang sebagai koleksi para master Jepang dan petinggi-petinggi negara maupun konglomerat.


Pohon bonsai yang unik dan menakjubkan,soal keindahannya jangan ditanya, teman-teman bisa menjawabnya sendiri,pohon-pohon ini akan membantu teman-teman di rumah menghargai betapa indahnya dan megah.


Artinya Bonsai selalu memberi pesona tersendiri bagi para pencinta tanaman,Tak hanya ukuran yang mungil serta lekuk badannya yang unik.


Tapi juga harganya yang  penuh kejutan seperti halnya  ratusan bonsai dari seluruh penggemar bonsai yang tergabung dalam PPBI Cabang Lambar.

Yang  tersebar hampir di seluruh kecamatan dengan  keanggotaan saat ini sudah sekitar 150 orang  dan terus bertambah yang ikut kontes  di perhelatan Liwa Fair 2018 yang dipusatkan di Kawasan Sekuting  Terpadu Pekon Watas Kecamatan Balikbuki.


Berkat kepiawain penggemarnya, bonsai bakalan yang awalnya  bernilai  Rp 10 Juta,75 juta, kini Bernilai Senilai Rp1,5 M.(Mantap).

Pameraan bonasi tersebut merupakan kali kedua di tahun 2018 ini, diikuti dari kelas prospek, regional,madya,utama dan bintang,pameran bonsai ini rutin tahunan dan sudah berskala nasional.


Pesertanya selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun pameran yang dipusatkan di Kawasan Sekuting Terpadu Pekon Watas Kecamatan Balikbuki.

Ini menyertakan bonsai kelas bintang, kelas utama dan puluhan kelas prospek, regional dan madya,” ungkap Ketua Panitia Penyelenggaran yang juga Penasehat  Ketua PPBI Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan.


Menariknya,  tahun ini menghadirkan master bonsai kelas Dunia,Diingatkannya, untuk terjun ke dunia bonsai memerlukan keseriusan dan tahan banting, mengingat prosesnya lama,kata Ketua PPBI Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan kepada Editorlambar.Com.Minggu( 16/9/2018).

Masih kata Widyatmoko  menyebutkan, banyak penggemar yang berhenti di tengah jalan, karena bosan dan belum mendapatkan nilai ekonomis dari menekuni bonsai.


Sebelumnya PPBI Cabang Lambar menggelar pameran serupa di Kebun Raya Liwa. Dan dijadwalkan pada Selasa (18/9) PPBI Lambar akan dikukuhkan,dan rencananya akan dilakukan langsung oleh Bupati Hi, Parosil Mabsus.

Sejumlah tanaman bonsai yang telah  menang  pada contest tingkat nasional dan regional salah satunya, Kupa Landak/ anggur brazil (sysigium caulifora), Beringin (Ficus benjamina), arabika atau klampis, Serut pagar (Carmona retusa).


Cemara udang (Casuarina equisetifolla), Boxus, yang bernilai Rp10 juta hingga Rp75 juta, menjadi koleksi para penggemar bonsai yang tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Lambar dipamerkan.

Lanjut Ketua PPBI Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan mengungkapkan, tidak hanya bonsai yang berasal dari luar negeri saja yang dipamerkan dalam pameran tersebut.


Melainkan sejumlah jenis tanaman asli Indonesia seperti kemuning (Murraya panniculata), asam Jawa (Tamarindus indica), serta puluhan jenis lainnya juga turut dipamerkan, mulai yang dari klas bahan hingga bonsai yang sudah siap untuk mengikuti kontes.

Untuk tanaman bonsai lokal, yang memang banyak di budidayakan di Lampung Barat dan Pesisir Barat,diantaranya  bonsai sisir/kaliage,jeruk kinkit dan beberapa jenis lainnya.


Juga turut kita pamerkan, mulai dari kelas bahan, setengah jadi, hingga bonsai yang sudah siap untuk dibawa contest juga ada,dalam beberapa waktu kedepan, bonsai kupa landak dari Lambar akan mengikuti kontest nasional,untuk kembali memperebutkan bintang.

Pameran bonsai yang diselenggarakan selama satu minggu, atau bersamaan dengan pergelaran Liwa Fair 2018 tersebut selain,diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang budidaya tanaman bonsai.


Yang kedepannya diharapkan akan mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk  menjadikannya sebagai salah satu peluang usaha, juga diselenggarakan dalam rangka menyambut hari jadi Lampung Barat yang ke-27.

Terselenggaranya pameran bonsai ini, juga tidak terlepas dari kerjasama seluruh penggemar bonsai yang tergabung dalam PPBI Cabang Lambar, yang  tersebar hampir di seluruh kecamatan dengan  keanggotaan saat ini sudah sekitar 150 orang  dan terus bertambah.


Dan kami dari PPBI Lambar siap mendukung salah satu program pemkab Lambar yakni mewujudkan Lambar sebagai kabupaten literasi,tutupnya.(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad