Wawasan Kepemudaan - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 14 Agustus 2018

Wawasan Kepemudaan



LAMBAR-Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Lampung Barat memberi pembekalan kepada lima puluh anggota pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tahun 2018 yang dilaksanakan acara di Wisma Sinda Lapai (13/8).

Adapun materi yang diberikan berupa “Wawasan Kepemudaan”.Penyaji materi tunggal pada kegiatan ini adalah Wakil Ketua Koalisi Kependudukan Kabupaten Lampung Barat Drs. Sandarsyah.

Hadir dalam  acara kegiatan tersebut Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda Asroruddin,S.IP, Kasi Kemitraan dan organisasi Pemuda, Yusri, S.Sos, dan para pelatih Paskibraka Kabupaten Lampung Barat.

Wakil Ketua Koalisi Kependudukan Kabupaten Lampung Barat Drs. Sandarsyah mendampingi Ketua Koalisi Kependudukan setempat Drs. Tono Suparman mengatakan,materi yang diberikan berupa “Wawasan Kepemudaan”.

Artinya,penyaji materi tunggal pada kegiatan ini adalah Wakil Ketua Koalisi Kependudukan Kabupaten Lampung Barat Drs. Sandarsyah.

Menurut Sandarsyah, membicarakan remaja merupakan hal yang penting dan strategis, karena secara kwantitas jumlah pemuda cukup besar.

Untuk tingkat dunia jumlah remaja ada sebesar 25 persen dari penduduk dunia,sedangkan menurut data Sensus Penduduk tahun 2010 jumlah remaja Indonesia berjumlah 64 juta atau 27,6 persen dari jumlah penduduk 237.6411.236.

Sedangkan untuk Lampung jumlah remajanya 2.198.759 atau 26,58 persen dari jumlah penduduk 7.932.132 jiwa.

Para Remaja hendaknya memperhatikan Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yaitu NAPZA (Narkotika, Psikotrofika, dan Zat Adiktif lainnya), Prilaku seks bebas, PMS-HIV/AIDS, dan Pendewasaan Usia Perkawinan. Triad KRR ini hendaknya harus dihindari, kalau mau menjadi remaja/pemuda yang sehat dan berkualitas.

Remaja berkualitas ini diperlukan dalam menghadapi persaingan pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Di Era ini akan masuk dari luar negeri bukan saja komoditas barang, tetapi juga tenaga kerja, produk jasa dan modal. Kalau remaja sebagai calon penduduk produktif kalah bersaing di era ini,  maka akan menjadi persoalan bagi dirinya dan pemerintah.

Begitu juga Indonesia mau tidak mau akan menyongsong era Bonus Demografi pada 2012 – 2045 dengan terdapatnya jendela peluang antara tahun 2028 – 2031.

Kondisi ini juga memerlukan remaja yang sehat, berkualitas dan berkarakter agar ia dapat produkitif dan dapat menanggung kesejahteraan keluarganya pada saat ia sudah berkeluarga nanti.

Dengan demikian pemuda hendaknya menjadi pelaku pembangunan, bukan menjadi objek pembangunan. Lalu pemuda hendaknya dapat mengoptimalkan potensi dirinya untuk menjadi tenaga dan energi perubahan. Serta pemuda yang dapat menjadi harapan dalam mengatasi permasalahan pembangunan.

Oleh karena itu Indonesia memerlukan remaja yang berintegritas yaitu remaja yang jujur dapat dipercaya,berkarakter,bertanggung jawab,dan konsisten.

Indonesia memerlukan Remaja yang mempunyai etos kerja yaitu semangat kerja, daya saing,optimis, inovatif, dan produktif.

Terakhir Indonesia membutuhkan remaja yang mempunyai sifat gotong royong yaitu kerjasama, solidaritas, tolong menolong, peka, komunal, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, pungkas Sandarsyah. (Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad