Tingkatkan Sinergitas & Koordinas,Pemkab-BBPOM Kerjasama - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 02 Agustus 2018

Tingkatkan Sinergitas & Koordinas,Pemkab-BBPOM Kerjasama



LAMBAR-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Daerah (Pemda)kabupaten lambar, sepakat untuk bekerja sama menekan peredaran obat dan makanan berbahaya di wilayah Kabupaten lambar.

Kerja sama untuk meningkatkan sinergi serta koordinasi terkait pengawasan terhadap obat dan makanan sudah disepakati kedua belah pihak.

Dalam berita acara MoU yang ditandantangani oleh Wakil Bupati Lampung Barat Drs.Mad Hasnurin,bersama Kepala BBPOM propinsi, Dra.Syamsuliani, Apt., M.M.


Menandatangani MoU dan Sosialisasi Inpres No.3 Tahun 2017 Kabupaten Lampung Barat Di Ruang Rapat Kagungan Pemkab, Kamis(2/8/2018), di hadiri oleh beberapa Kepala OPD Lambar  dan undangan lainnya.

Kepala BBPOM propinsi, Dra.Syamsuliani, Apt., M.M.mengatakan,trimakasihs kepada Pemkab Lambar,sehingga kerjasama dengan BPOM dapat berjalan,dan disebutkannya.

kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Nonor 3 tahun 2017.Inpres tersebut kata Syamsuliani.


Setiap kementerian,lembaga,pemerintah daerah baik itu provinsi dan pemerintah kabupaten/kota hingga organisasi pemerintah daerah mempunyai peran.

Untuk pengawasan obat dan makanan,  dan harapannya dengan Inpres  ini perlindungan obat dan makanan lebih optimal sehingga pengawasan dapat lebih melindungi masyarakat.

Selain itu,Informasi Konsumen BBPOM mengatakan,pengawasan obat dan makanan pemerintah juga mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan kepada pelaku usaha.

“Selain pengawasan obat dan makanan, kita juga diminta dari sisi pelaku usaha harus dapat tumbuh kembang".

"Dua sisi ini harus diemban bersama sehingga konsumen terlindungi, pelaku usaha harus tumbuh kembang dengan produk-produk yang memenuhi syarat untuk dilepas dimasyarakat. Sehingga mutu baik, tentu akan mampu bersaing,”

Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin menyampaikan terima kasih kepada Tim BBPOM Provinsi Lampung semoga.

Disamping melakukan kerjasama tim jajaran balai besar pom juga berkenan untuk memberikan saran dan masukan yang berarti bagi peningkatan program kabupaten lampung barat sehat.

Selanjutnya sesuai dengan amanat undang-undang no.36 tahun 2009 pasal 47, bahwa upaya kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan.

Penyelenggaraan upaya kesehatan sebagimana dimaksud salah satunya dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan, serta pengamanan makanan dan minuman.

Sebagaimana dipahami bersama, bahwa obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bergizi sangat penting peranannya bagi pertumbuhan, pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan serta peningkatan kecerdasan masyarakat.

Oleh karena itu masyarakat perlu dilindungi dari obat dan makanan yang dapat merugiakan dan/atau membahayakan kesehatan.

Kemudian melalui dinas kesehatan, kabupaten lampung barat telah melaksanakan program pengawasan obat dan makanan secara berkala dan berkesinambungan. kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk pengujian sample makanan minuman yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Sample diuji dengang parid test kit, dan hasil yang positif diuji lebih lanjut ke laboratorium kesehatan daerah provinsi lampung.

Dinas kesehatan juga melakukan monitoring dan pembinaan rutin ke sarana layanan kefarmasian baik apotek maupun toko obat yang ada diwilayah kabupaten lampung barat.

Selain itu pengawasan secara terpadu juga telah dilakukan dengan koordinasi bersama satgas pangan dan tim monitoring kestabilan harga pangan dengan dinas kesehatan dan opd-opd lain yang terkait, baik kepasar tradisional hingga ke pasar-pasar modern.

Terus penyelenggaraan upaya kesehatan terutama di sektor obat dan makanan tersebut tentunya harus didukung oleh sumber daya kesehatan.

Salah satu kendala yang kami hadapi di wilayah lampung barat ini adalah terbatasnya sarana prasarana serta jumlah sumber daya manusia yang kompeten di bidang obat dan makanan, baik opoteker maupun analis farmasi makanan dan minuman.

Oleh karena itu kami menyambut baik dan berharap rencana pembangunan cabang balai besar pom di kabupaten lampung barat ini dapat segera direalisasikan.(Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad