Diklat Revolusi Mental, Menjadikan ASN Sebagai Agen Perubahan - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 16 Juli 2018

Diklat Revolusi Mental, Menjadikan ASN Sebagai Agen Perubahan



LAMBAR- Pelayanan publik yang di berikan negara kepada masyarakat belum maksimal,untuk mengatasi hal tersebut pemerintah menerbitkan kebijakan Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Melalui Gerakan Nasional ini,diharapkan akan terwujud manusia Indonesia yang baru, yaitu manusia Indonesia yang memiliki cara pandang, cara pikir, dan cara kerja yang berlandaskan integritas, etos kerja dan gotong royong dalam memberikan pelayanan publik.   


Dalam Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik ini, ASN akan diarahkan untuk memiliki kompetensi dalam melakukan revolusi cara pandang, cara pikir dan cara kerja dalam memberikan pelayanan.

Dengan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik ini,diharapkan kewajiban negara dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas pada rakyat dapat tercapai.


Dengan adanya Diklat Revolusi Mental ini akan bukan hanya melahirkan ASN yang memberikan layanan yang berkualitas namun juga sebagai agen perubahan ASN tersebut di instansinya masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Badan  Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lambar menggelar  Diklat Revolusi Mental Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2018di laksanakan selama 25 hari kerja dalam satu angkatan terdiri dari 45 jam pelajaran  dari tanggal 16-20 Juli 2018, Di Ruang Rapat  Pakuwon Bappeda Lambar Senin (16/7/2018).


Acara yang di buka oleh Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Drs. M Mansolihi  di hadiri oleh peserta sebanyak 40 orang dari Kasubag Umum dan Perencanaan, OPD dan Kepala Puskesmas di Lingkungan Pemkab Lambar serta narasumber  dari BPSDM Provinsi Lampung.

Staf Ahli menyampaikan pelaksanaan pelatihan revolusi mental ini adalah sangat penting, yaitu dalam rangka mengubah cara pandang terhadap dunia yang terus berubah. Pola pikir kita ditempa sehingga kita menjadi ASN yang berkarakter dengan jiwa pelayanan yang baik.


Kemudian pelayanan publik yang diberikan negara kepada masyarakat belum maksimal, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah menerbitkan kebijakan gerakan nasional revolusi mental sebagaimana diamanatkan oleh instruksi presiden nomor 12 tahun 2016 tentang gerakan nasional revolusi mental.

Sekretaris BPKPSM Bernaria menyampaikan berdasarkan UU N 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, UU no 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2007 tentang Kewajiban Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten untuk menyelenggrakan Diklat Teknis dan Fungsional, Perpres No 81 Tahun 2016  Tentang Grand desigh Reformasi Birokrasi 2010-2015. Instruksi Presiden no 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Selanjutnya tujuan gerakan Nasional Revolusi Metal muncul sebagai jawaban atas melemahnya integritas di kalangan masyarakat yang di tandai dengan banyaknya praktik korupsi dan penyimpangan dalam tata kelola Pembangunan.

Selain itu terjadi penurunan etos kerja dikalangan ASN yang yang lebih mengutamakan hasil dari pada pencapainnya cenderung menempuh jalan pintas dan bersifat pragmatis yang dapat menciptakan korupsi. Hal tersebut juga bersamaan dengan melemahnya budaya gitimg royong yang menyebabkan masyarakat  cenderung mempunyai karakter individualistic .

Untuk itu perlu diterapkan gerakan social secara bersama-sama dan cepat , pemerintah bersama masyarakat menerapkan semangat revolusi mental dalam kehidupan sehari-hari yang di mulai dari keluarga sekolah dan masyarakat.Sasaranya adalah dalam rangka mengubah cara mindset,cara berfikir dan cara pandang terhadap dunia yang terus berubah, pola pikir kita ditempat sehingga menjadi ASN yang berkarakter dengan jiwa pelayanan yang baik (Editorlambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad