Wah… Dugaan Pemasangan KWH Ilegal dipesibar Ditutup-tutupi - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 03 Juni 2018

Wah… Dugaan Pemasangan KWH Ilegal dipesibar Ditutup-tutupi


“Warga Dipungut Jutaan Rupiah Diduga Libatkan Orang Dalam “

PESIBAR-Penegak Hukum diminta agar menindaklanjuti adanya informasi dugaan pemasangan KWH listrik secara ilegal yang telah merugikan puluhan masyarakat dikec amatan lemong,kabupaten pesisir barat.

Permintaan itu disampaikan masyarakat lemong yang diwakili darikecamatan itu,disalah satunya adalah Ay,kepada wartawan Koran Editor Usai pembukaan Bersama dirumahnya.Ay.

Ay,mengungkapkan,biaya yang dipungut oknum pelaku dari puluhan warga korban praktik pemasangan listrik tidak resmi tersebut ada yang berpariasi tidak merata hingga juta rupiah.

Menurut warga dari perwakilan masyarakat tersebut mereka di pungut berpariasi,dari Rp 1.250000 Hingga Rp1.400000.hal tersebut disebut- sebut KWH Gratis kenapa bayar kalau gratis.menurut keterangan perwakilan dari 15 orang warga itu kepada LSM GMPK.Masalah tersebut sudah  pernah di usut oleh polres lambar tetapi sampai hari ini kemana rimbanya.

Sehingga jika rata-rata per orang membayar biaya pemasangan Rp 1.250000 saja, maka cukup besar uang yang diperoleh pihak tak bertanggung jawab tersebut.

Dijelaskannya,berdarsarkan informasi masyarakat, pada beberapa waktu lalu ada pemasangan atau penyambungan listrik dari PLN. Namun setelah dilakukan penelusuran ternyata pemasangan tersebut diduga ilegal.

Praktik pemasangan KWH ilegal itu diduga melibatkan oknum dari pihak penjabat,Sebab instalasi listrik dipasang oleh instalatir yang memang dipercaya pihak PLN.“Namun permasalahan ini diduga diredam dan tidak dimunculkan pihak PLN,” ucapnya.

Untuk itu,Ay menyatakan dirinya selaku wakil rakyat meminta aparat penegak hukum agar dapat menindaklanjuti dugaan kasus pemasangan KWH secara ilegal tersebut hingga tuntas. Hal ini juga sesuai dengan harapan masyarakat yang dirugikan.

Kantor LSM GMPK lampung di penuhi masyarakat dari perwakilan krui,sebanyak 15 orang dari perwakilan masyarakat kecamatan lemong .

Mereka bertujuan,mohon pendampingan kepada LSM GMPK lampung untuk melaporkan penipuan yang di lakukan oleh oknum penjabat pemda kabupaten pesisir barat.

Penipuan yang di maksud adalah pemasangan KWH Gratis tetapi hingga kini tidak ada kabar beritanya,yang menjadi poko utama laporan adalah pemungutan uang kepada masyarakat.

Sekretaris LSM GMPK Ali Ardha mengatakan,dalam data yang di terima LSM GMPK dari masyarakat sebanyak 1896 orang yang di pungut oleh pejabat tersebut melalui pratin di masing-masing pekon.

Maka dari 15 perwakilan warga tersebut mereka minta pendampingan kepada LSM GMPK propinsi lampung untuk melaporkan penipuan kepada Bareskrim Mabes polri,mereka membawa 3 alat bukti yang masih dirahasiakan kata Ali.

Ali menambahkan ada beberapa nama yang tercantum sebaga perintah memungut dana tersebut melalui pratin masing- masing pekon.

Ini yang dinamakan perbuatan korupsi merupakan fenomena gunung es, yaitu yang tidak Nampak Namun sangat lebih besar ketimbang yang ada di permukaannya.

"Es di bawah laut inilah yang harus ditanggulangi dengan langkah pencegahan dan penangkalan sehingga tidak muncul ke permukaan lagi sebagai Tindak Pidana Korupsi.
   
Masih kata LSM GMPK propinsi lampung siap mendampingi pelaporan tersebut kepada Berkerim Mabes polri,mereka melaorkan hal tersebut kerna makin lama menghilang pemasangan KWH Gratis.jauh dari perkiraan kalau mau Nyala.maka kami lapor masalah itu .

Lanjut sekretaris LSM GMPK lampung,Ali Ardha,sangat menyayangkan masalah pemasangan KWH Gratis itu yang sudah dianggarkan di APBD  Tahun lalu.

Dengan jumlah Rp2,6 Miliar.pertanyaan kami kemana uang APBD yang dimaksud,dan dikemanakan uang yang di pungut dari masyarakat itu.hal tersebut bukan membantu rakyat,malahan Menipu rakyat.

LSM GMPK menuturkan memang sudah menjadi kewajiban untuk memberikan solusi atau pendampingan kepada semua masyarakat di lampung ini,selagi kami masih mampu ucap Ali Ardha.(Editor Lambar)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad