Waduh Paktor Biaya Nikah Akhirnya Gantung Diri - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 08 Juni 2018

Waduh Paktor Biaya Nikah Akhirnya Gantung Diri


LAMBAR- Depresi adalah salah satu penyakit mental, namun gejalanya agak sulit dikenali atau disadari. Seringnya seseorang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya, namun ia tidak tahu cara keluar dari masalah.

Begitu juga, ketika seseorang murung dan selalu menutup diri, kadang orang-orang mengira itu adalah kepribadiannya, “Mungkin Ia Pemalas”, misalnya, atau muncul asumsi bahwa mungkin ia sedang sedih saja.

Depresi membuat seseorang berpikir tidak rasional, seperti ‘tidak ada lagi yang menyayangi dirinya’, ‘Hidup Selalu Seperti Ini’, atau bahkan ‘Hidup Ini Tidak Akan Terpengaruh Jika Tidak Ada Aku’.
Pemikiran-pemikiran keliru seperti itu yang membuat orang depresi enggan melakukan sesuatu, bahkan tidak lagi ingin hidup.

Orang yang mengalami depresi akan menjadi tertutup, sehingga jika seseorang memiliki gejala ingin bunuh diri, orang sekitarnya pun akan kesulitan menyadarinya,kita tidak tahu seberapa berat masalah yang sedang ia hadapi, apa yang ada dalam pikirannya.
Permasalahan hidup yang berat terkadang membuat kita ingin menyerah menjalani hidup ini,Tingkat kerumitan masalah dan ketahanan mental setiap orang berbeda-beda.

Banyak orang yang menganggap masalah yang dihadapinya lebih berat dibanding orang lain,padahal ketika kita melihat dari sudut pandang yang luas, ada banyak yang menghadapi masalah serupa dan bahkan lebih berat dibanding dirinya,respon seseorang pun berbeda-beda.

Ada yang tetap optimis ketika dirinya sedang ditimpa banyak masalah,ada yang pesimis, merasa tidak sanggup dan merasa hidupnya tidak berarti lagi respon seseorang ini dipengaruhi oleh ketahanan mentalnya.

Ketahanan mental berasal dari pembentukan karakter seseorang,seperti halnya ketika seseorang dibesarkan di keluarga yang hangat,terbuka dan penuh kasih sayang, ia akan cenderung,.
Tidak selalu kuat menghadapi berbagai masalah,karena ia memiliki orang-orang terdekat yang percaya pada dirinya.

Namun,bukan berarti orang yang dibesarkan di keluarga yang memiliki ‘jarak’, dingin dan kaku, akan lemah dalam menghadapi masalah.

Pada dasarnya setiap orang memiliki insting untuk bertahan di dunia ini,Hanya saja tergantung pada apa yang seseorang itu percaya, jika ia percaya bahwa ia tak akan sanggup,maka tubuhnya pun akan ikut merespon dengan sikap apatis.

Seperti yang diberitakan ini esosok mayat berjenis kelamin Laki-laki ditemukan warga dipersawahan  tepatnya di Pekon Gedung Surian Kecamatan Gedung Surian kabupaten Lampung Barat.

Mayat yang sudah  diketahui identitasnya ini ditemukan dalam posisi telungkup,Di sekitar lokasi kejadian juga ditemukan tali tambang di bawah pohon  jambu yang sudah putus.

Laporan dari salah satu warga yang menemukan pertama kali,begitu kami dapat informasi, kami bersama perangkat yang lain langsung mengecek ke TKP,"kata Malik Bin Saunan (7/6/2018)kepada Koran editor lambar.

Kejadian pada hari Kamis (7/6/ 2018) sekitar jam 14.30.Wib,korban Rohimin alias Ujang bin Abdul Latip,27 tahun ,agama islam,pekerjaan tani yang beralamat Pekon Gedung Surian Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat

Menurut keterangan saksi ,Malik bin Saunan yang hendak pergi kekebun kemudian,Malik tersebut melihat ada sesosok mayat di sawah dalam keadaan tertelungkup dibawah batang pohon jambu dengan leher terjerat tali tambang yang sudah putus.

Malik menghubungi kepala desa setempat,dan menghubungi polsek sumber jaya ,setelah Team polsek sumberjaya melakukan olah TKP didapati bahwa benar di batang pohon jambu tersebut terdapat simpul tali.

Ditambahkan keterangan saksi lain dan pihak keluarga bahwa korban mengalami putus cinta dikarenakan gagal menikah dan setelah berkoordinasi dengan dokter puskesmas Gedung Surian dan untuk dilakukan visum oleh pihak dokter puskesmas gedung surianan.

Dokter Iman turmudi mengatakan jerat tali simpul hidup di leher korban,Dari alat kelamin korban ditemukan bercak sperma dan tidak ditemukan tanda- tanda perlawanan dan tanda- tanda kekerasan di tubuh korban dan dapat disimpulkan mayat tersebut diduga gantung diri.

Keterangan-keterangan saksi yang dihimpun dilapangan oleh Editor lambar,Boimin,menerangkan bahwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia ,korban akan menikah akan tetapi tidak mempunyai biaya dan kemungkinan korban mengalami depresi,kata Boimin.

Lain halnya dikatakan Surtirman,kakak ipar korban menerangkan bahwa sebelum korban meninggal dunia korban pernah bercerita akan mencari pinjaman uang karena tidak mendapat pinjaman uang kemungkuninan korban depresi.

Ibu korban Rosna,menambahkan bahwa korban pergi mencari pinjaman uang untuk biaya pernikahan selama dua hari korban belum juga kunjung pulang kerumah,dan mendapat kabar korban sudah meninggal dunia disawah.

Dokter Imam Turmudi menerangkan bahwa setelah melaksanakan visum et repertum kepada korban dengan hasil ,bahwa ditemukan jerat tali simpul di leher korban dan dari kelamin korban mengeluarkan sperma, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di bagian tubuh korban dan dapat dipastikan korban meninggal dunia kurang lebih selama 4 jam .

Tindakan kepolisian ,mendatangiTKP ,mengmpulkan barang bukti,memeriksa saksi -saksi,berkordonasi dengan dokter puskesmas gedung surian Dr Imam Turmudi,berkoordinasi dengan Team inafis reskrim polres lambar, berkoordinasi dengan aparat pekon setempat,menyerahkan jenazah korban ke keluarga.(Editor Lambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad