Waduh Kongkow Coffee Labju Kembali Dibobol Maling - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 08 Juni 2018

Waduh Kongkow Coffee Labju Kembali Dibobol Maling


PESIBAR- Tingginya tingkat kriminalitas bukan lagi hal yang asing lagi di beberapa tempat, bahkan anak-anak remaja sudah berani melakukan tindakan kriminal. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan semua hal yang menyangkut kriminal tersebut bisa terjadi .

Tindak kriminal adalah segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan, Pelaku kriminalitas disebut seorang criminal,biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok atau teroris.

Tidak bisa dipungkiri, kriminalitas sudah menjadi bagian dari kehidupan bersosial dan bermasyarakat.

Kriminalitas pun tidak dilakukan dengan sendirinya, melainkan karena ada niat dan kesempatan untuk melakukannya bahkan tindak kriminalitas yang melibatkan kalangan usia remaja juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Apalagi kalau mau menjelang hari raya Idul Fitri maka aksi kriminalitas marak terjadi belakangan ini .
Sebenarnya dampak kepadatan penduduk yang terjadi dikabupaten pesibar, yaitu karena jumlah pengangguran menjadi meningkat akibat kurangnya lapangan pekerjaan sehingga memicu peningkatan angka kemiskinan.

Seperti kegiatan mencuri, menipu, pencopetan dan perampokan yang disertai dengan kekerasan yang belakangan ini masih sering terjadi.

Tidak menutup kemungkinan dan memang banyak fakta di lapangan yang menjadi faktor mengapa banyak orang mulai nekat untuk melakukan aksi kejahatannya juga didasari oleh kebutuhan dalam mencukupi efek ketagihan obat-obatan terlarang bagi mereka yang sudah menjadi pecandu.

Tidak peduli dengan kebutuhan sehari hari selain bagaimana mereka bisa mendapatkan uang secara instan lalu bisa membeli obat -obatan yang sudah menjadi kebutuhan utamanya sejak i menjadi pecandu.

Seseorang yang sudah kecanduan atau seseorang yang memiliki mentalitas yang labil pasti akan mempunyai jalan pikiran yang singkat tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.

Layaknya seorang preman jika ingin memenuhi kebutahannnya mungkin dia hanya akan menggunakan cara yang mudah seperti meminta pungutan liar, pemerasan dan lain sebagainya.

Tingkat kriminalitas di wilayah hukum Polsek Pesisir Tengah makin menjadi. Banyak warung-warung di kota Krui yang dibobol maling, utamanya warung yang ada disepanjang kawasan Pantai Labuhan Jukung sampai Pantai Walur, Krui.

Seperti halnya yang terjadi di Kongkow Coffee Kamis (7/6) pukul 02.00 wib.Setelah kawanan maling 27 April 2018 lalu berhasil menggondol Megicom, Blender, Susu,Telor, Dispenser, Tabung gas elpgi dan lain-lainnya.

Kali ini Maling yang spesial beraksi menggunakan mobil pick up bahkan mobil box tersebut sempat mengangkat Kulkas sehingga berada diluar warung Kongkow Coffee,tapi karena kepergok pak Samsul (Yang Nunggu Lokasi Rumah Apung) hanya Tabung gas dan magicom yang berhasil digondol.

"Alhamdulillah Kulkas ketemu diluar warung. Belum sempat diangkat karena maling nya kabur dipergoki pak Samsul", Terang Dedi Adlin Barista Pemilik dan Pengelola Kongkow Coffee, yang terletak di lapangan Kijang, Seray, Krui.

Banyak alasan kriminalitas meningkat,baik dari faktor ekonomi maupun dari faktor kinerja aparat hukum utamanya kepolisian sektor pesisir tengah, "Usai pergantian Kapolsek Pesisir Tengah dari Pejabat lama Fery Nanda yang asli Putra daerah Krui ke pejabat baru pada April 2018 lalu.

Memang tingkat kriminalitas meningkat,Baik pencurian warung-warung oleh anak-anak nongkrong yang iseng sampai pencoleng yang maling dengan kendaraan mobil box,", ungkap Ahmad Warga Pekon Seray Krui kepada editor lambar kemaren.

"Kami mengharapkan ada Patroli dari kepolisian utamanya di jalur pariwisata labuhan Jukung sampai Walur. Masa iya maling nya gak kapok, maling ditempat yang sama sampai 2x", imbuh nya. (Editor Lambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad