Penggunaan DD Dan ADD Harus Berdampak Langsung Terhadap Masyarakat - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 10 Juni 2018

Penggunaan DD Dan ADD Harus Berdampak Langsung Terhadap Masyarakat


LAMBAR-Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Artinya dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa dana desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan,pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan,dan pemberdayaan masyarakat.

Namun,dana desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat alur Penganggaran,Pengalokasian,dan Penyaluran Dana Desa ,penganggaran, pengalokasian, dan penyaluran dana desa secara rinci.

Sudah diatur dalam peraturan menteri keuangan Nomor 49/PMK.07/2016 tentang Tata Cara pengalokasian,Penyaluran,Penggunaan,Pemantauan dan Evaluasi Dana Desa (“Permenkeu 49/2016”) dan PP 60/2014 beserta perubahannya.

Penggunaan dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus tepat guna dan sasaran,sehingga berdampak langsung pada masyarakat,Ini disampaikan masyarakat kabupaten lambar kepada Koran editor belum lama ini sejak cair AD tahap pertama 20%.

Penyaluran dana desa disalurkan oleh Pemerintah kepada kabupaten/kota,penyaluran dana desa dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (“RKUN”) ke Rekening Kas Umum Daerah (“RKUD”).

Kemudian,Dana Desa tersebut disalurkan oleh kabupaten/kota kepada Desa,penyaluran Dana Desa kepada Desa dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari RKUD ke Rekening Kas Desa (“RKD”)
Penyaluran Dana Desa dilakukan secara bertahap pada tahun anggaran berjalan dan dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah diterima di RKUD

Menurut pengertian Tim Editor Lambar,Undang-Undang Desa Sudah jelas,telah menempatkan  desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahtaraan masyarakat.

Setiap tahun pemerintah pusat telah menganggarkan dana desa yang cukup besar untuk diberikan kepada desa,seperti pembangunan jembatan gantung yang pendanaannya bersumber dari APBDes. 

Hal tersebut sebagai wujud nyata apa yang sudah dirasakan masyarakat sekitar,“Jadi seluruh desa jangan hanya menonton pembangunan desanya,ditanya anggaran dari mana ,supernya dari mana dan yang lain-lain. 

“Tapi seluruh kepala desa dikabupaten lambar,harus memikirkan apa yang perlu dibangun di tempat masing-masing,sehingga pembangunan tepat guna dan sasaran. Serta berdampak langsung terhadap masyarakat di desa,” 
.
Masih kata Tim selain itu,desa juga punya kesempatan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, melalui pelatihan dan pemasaran kerajinan masyarakat, pengembangan usaha peternakan dan perikanan,dan pengembangan .

Seperti contoh kawasan wisata melalui Bumdes (Badan Usaha Milik Desa),Kunci sukses untuk mensejahterakan masyarakat dalam membangun desa adalah kuatnya sentuhan inisiasi,inovasi,kreasi dan kerjasama antara aparat desa dengan masyarakat dalam mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bersama.

Pembangunan desa tidak mungkin bisa dilakukan aparat desa sendiri, tapi butuh dukungan, prakarsa, dan peran aktif dari masyarakat.

Hasil evaluasi penggunaan dana desa selama beberapa tahun terakhir ini  juga yang ada dikabupaten lampung barat (Lambar),menunjukkan bahwa dana desa telah berhasil meningkatkan kualitas hidup.

Hal yang penting yang dapat diterapkan dalam pengelolaan dana desa dengan melibatkan masyarakat adalah perlunya melakukan kegiatan dengan pola swakelola, menggunakan tenaga kerja setempat, dan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada di desa.

Dengan pola swakelola, berarti diupayakan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri oleh Desa, sehingga uang yang digunakan untuk pembangunan tersebut tidak akan mengalir keluar desa.

Dengan menggunakan tenaga kerja setempat, diharapkan pelaksanaan kegiatan tersebut bisa menyerap tenaga kerja dan memberikan pendapatan bagi mereka yang bekerja.

Sementara penggunaan bahan baku lokal diharapkan akan memberikan penghasilan kepada masyarakat yang memiliki bahan baku tersebut.

Pencapaian dana desa selama ini masih memerlukan penyempurnaan,Tugas kita untuk merencanakan, mengelola, dan mengawal Dana Desa ke depan akan semakin berat,Pemerintah senantiasa berupaya agar Dana Desa bisa semakin berpihak pada masyarakat miskin.

Selain itu,regulasi yang disusun pun menghasilkan sistem pengelolaan dana desa yang efektif, efisien, dan akuntabel, sehingga tujuan Pemerintah melalui pengalokasian Dana Desa dapat terwujud.
Untuk itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, baik aparatur pemerintah desa, masyarakat, maupun . 

Selanjutnya,untuk mengetahui implementasi regulasi dana desa secara consizenamun komprehensif, perlu disusun dengan tema dana desa untuk Kesejahteraan Masyarakat,Menciptakan Lapangan Kerja, Mengatasi Kesenjangan, dan Mengentaskan Kemiskinan.(Editor Lambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad