Meski Simpan Sejarah, Lomba Panjat Pinang Tetap Populer - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 12 Juni 2018

Meski Simpan Sejarah, Lomba Panjat Pinang Tetap Populer


LAMBAR-Permainan panjat pinang menjadi salah satu perlombaan khas memeriahkan perayaan Hari Idul  Fitri 1439 H, setiap tahun.siapa yang tidak mengenal dengan salah satu perlombaan tradisional ini(Cakak Buah),Mungkin akan sangat jarang masyarakat yang tidak mengetahui perlombaan ini.

Ingin melihat atau mencoba panjat pinang “Cakak Buah” Datang saja kekelurahan Way mengaku kecamatan Balik Bukit kabupaten lampung barat (Lambar).

Di kelurahan ini ada pesta sekura,dan panjat pinang unik yang sengaja dibuat dari Pohon Pinang yang berperiasi kepanjangan ada yang sampai 6-12 Meter yang prosesnya agak lama pembuatanya tidak lansung begitu saja lansung tegak (Jadi),harus dibersihkan dulu setiap batang pinang yang mau dipakai jarak dua tiga hari baru bisa dipakai.
“Panjat pinang,cakak buah dan pesta sekura ini,sudah adat dan momen dihari raya idul fitri khususnya dikelurahan way Mengaku kecamatan Balik Bukit Kabupaten lampung Barat”.

Lucunya setiap Batang pinang Lumuran oli disepanjang batang sudah membuat peserta /kelompokan kesulitan untuk mendapatkan Hadiah yang sudah ada di atas.

Posisi batang pinang yang dibuat tegak  Lurus, semakin menyulitkan mereka meraih hadiah yang disediakan dipuncak Pinang,sehingga berkali-kali para peserta/kelompokpun terjatuh keBawah  yang justru jadi pemandangan menghibur.

Panjat pinang  dan sekura ini menjadi ritual rutin kelurahan Way Mengaku setiap tahun dengan makna tersendiri. "Syukuran atas hasil bumi yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa,makanya diadakan pesta seperti ini," kata Wizi,kepada Editor Lambar,kemaren.

Masih kata Wizi,Diselingi tawa,para peserta saling membantu untuk mencapai puncak,tak jarang saat hampir mencapai ujung,peserta harus berupaya mendapatkan Hadi yang sudah digantung diatas ujung pinang.
Serunya,kalau kita melihat pesta panjat pinang dan sekura itu sangat menyakinkan bahwa ini adalah mempertahankan seni budaya adat lampung barat Asli .

Perlombaan panjat pinang /sekura memperebutkan sejumlah hadiah di ujung batang pohon pinang yang dilumuri pelumas ini telah marak diselenggarakan dari jaman baheula,tetapi tetap populer hingga sekarang.

Namun,perlombaan panjat pinang Cakak Buah/sekura, katakanlah di zaman modern ini perlombaan tidak lagi hanya mengandalkan individu yang saling berebut naik namun juga adanya team work, yaitu kerja tim yang saling bergantian dan saling menyongkong teman satu kelompok agar bersama-sama dapat mencapai ujung dan mendapatkan hadiahnya.

Hal lainnya,dalam sebuah permainan menjadi hal yang wajar ketika ada pihak yang menjadi penonton dan pemain,akan tetapi memang berbeda konteks kegiatan tersebut dilaksakana mulai pada Hari Sabtu tanggal 2 syawal 1439 H,”

Jangan Lupa Datanglah berduyun-duyun anak saudara dari jauh maupun dekat yang bertempat di kelurahan Way Mengaku kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat Enak Lo Hiburanya,(Editor Lambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad