Halal Bihalal Idul Fitri 1439 H Dan Sekaligus Pemberian Nama Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pesibar Tahun 2018 - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 26 Juni 2018

Halal Bihalal Idul Fitri 1439 H Dan Sekaligus Pemberian Nama Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pesibar Tahun 2018


PESIBAR- Acara  halal bi halal  adalah terciptanya ukhuwwah, terjalinnya silaturrahmi dan persaudaraan yang lebih akrab antar sesama.

Dimana didalam pergaulan kita sehari-hari tentunya banyak mengalami polemik baik yang positif maupun yang negatif sehingga tercipta suasana yang kurang aman, nyaman bagi diri kita masing -masing.

Polemik tersebut   diumpamakan  adanya  rasa sakit hati  atau ketersinggungan atas perkataan ataupun perbuatan dari lingkungan kita sehari- hari sehingga hal-hal seperti itulah yang pernah timbul  dan  akan hilang  apabila kita saling  memaafkan, mengikhlaskan dan melupakan perbuatan yang lalu.
Dengan demikian artinya  akan lebih baik lagi jika disertai dengan  saling berjabat tangan antara satu dengan yang lainya.

Sebagaimana  sabda rasulullah saw.“berjabat tanganlah kamu sekalian, sesungguhnya berjabat tangan itu dapat menghilangkan dendam dalam hati”(H.R.Al-Baihaqi) dengan berjabat tangan dapat menghilangkan rasa dendam,sebagai penawar hati yang luka, tentunya harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan  dan keakraban.
Selain berjabat tangan, harus diikuti dengan  saling berpandangan, lisan saling mendoakan dan hati saling mencintai,Selasa (26/6/2018) yang bertempat di GSG Selalaw Labuhan Jukung .

Hadir dalam acar tersebut, wakil bupati pesisir barat,pimpinan dan anggota dprd kabupaten pesisir barat,forkopimda kabupaten kabupaten pesisir barat dan lampung barat,sekretaris daerah, pejabat tinggi pratama dan  pejabat administrator di lingkungan pemerintah kabupaten pesisir barat.

Ketua tim penggerak PKK,ketua dharma wanita persatuan dan gabungan organisasi wanita kabupaten pesisir barat,para tokoh pemekaran kabupaten pesisir barat, baik yang tinggal di kabupaten pesisir barat maupun yang ada di perantauan yang sempat hadir.

16 sai batin marga di kabupaten pesisir barat,tokoh agama, para alim ulama,tokoh masyarakat serta seluruh pimpinan ormas  se-kabupaten pesisir barat.

Lanjut Bupati,kalau selama bulan ramadhan 1439 hijriyah yang lalu kita semua telah melaksanakan segala tuntutan allah swt sesuai dengan kesucian bulan itu sendiri, berarti kita telah melaksanakan kewajiban kita terhadap allah swt maka inilah saatnya kita mengisi kesucian hati kita  dengan amal sholeh.
Semoga suasana yang indah dan damai, dapat kita kembangkan lagi, terutama sesudah kita bersama –sama melaksanakan ibadah puasa pada  bulan suci ramadhan 1439 H yang lalu.

Bupati Pesisir Barat Dr.Drs.H.Agus Istiqlal,S.H.,M.H menambahkan bahwa pemerintah kabupaten pesisir barat telah memiliki rumah sakit daerah (RSUD),yang didirikan oleh dinas kesehatan provinsi lampung pada tahun 2014 yang lalu.

Sedangakan pihak pemerintah kabupaten pesisir barat telah mengalokasikan anggaran operasional serta menugaskan tenaga medis sebagai wujud komitmen dalam rangka melaksanakan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Masih kata bupati, kepada seluruh hadirin yang hadir pada kesempatan ini bahwa pada tanggal 27 april 2018 yang lalu tim perizinan, penetapan kelas dan akreditasi sarana kesehatan medik spesialistik.

Pemerintah provinsi lampung telah meninjau dan menilai kelayakan rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten pesisir barat untuk di terbitkan izin operasionalnya.

Berdasarkan rekomendasi dari tim perizinan dinas kesehatan provinsi lampung sebagai mana dimaksud, maka rumah sakit umum daera (RSUD) kabupaten pesisir barat telah layak untuk di berikan izin operasional selama 5 (lima) tahun.

Sebagai rumah sakit kelas D. berdasarkan peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 56 tahun 2014 bahwa kewenangan untuk memberi izin operasional rumah sakit kelas d merupakan kewenangan pemerintah kabupaten / kota.

Pemerintah kabupaten pesisir barat sengaja mengundang para tokoh dalam rangka melaksanakan musyawarah pemberian nama rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten pesisir barat.

Hal tersebut merupakan salah satu syarat yang telah di atur dalam peraturan menteri kesehatan RI nomor 56 tahun 2914.yang menjelaskan sebelum izin operasional diterbitkan.

Maka rumah sakit umum daerah (RSUD) harus terlebih dahulu di beri nama,sehubungan dengan pemberian nama rumah sakit umum daerah (RSUD).

Maka diharapkan para tokoh yang sempat hadir pada kesempatan ini untuk dapat memberikan pendapat serta sumbang saran tentang nama rumah sakit  umum daerah (RSUD) kabupaten pesisir barat .(Editor Lambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad