- Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 05 Juni 2018


GUATEMALA CITY - Korban tewas akibat erupsi Gunung Fuego bertambah menjadi 69 orang. Para keluarga mulai putus asa mencari orang tercinta mereka di kamar mayat dadakan juga menyusuri jalanan yang diselimuti abu vulkanis tebal.

Seperti dikatakan Tim Editor Lambar ,Selasa (5/6/2018), jumlah korban tewas bertambah seiring para petugas penyelamat mengevakuasi jenazah korban dari puing-puing di desa El Rodeo yang merupakan wilayah terdampak paling parah.Namun baru sedikit korban yang berhasil diidentifikasi.

Warga mendatangi kamar-kamar mayat dadakan, termasuk yang ada di Escuintla yang berjarak 30 kilometer dari lokasi erupsi. Fransisco Quiche (46) memberikan sampel darahnya untuk membantu identifikasi jenazah yang diyakini putranya. Setelah dievakuasi dari kota El Rodeo dengan keluarganya,Quiche kembali untuk mencari putra dan menantunya. Dia mendapati jenazah seorang pria di dalam rumahnya yang diselimut abu.

Kami punya waktu untuk pergi, syukurlah, tapi saya menyesal atas kepergian putra dan menantu saya. Putra saya baru berusia 22 tahun, sama seperti menantu saya, yang mengharapkan seorang bayi,ucapnya sambil terisak.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Guatemala atau CONRED mengumumkan bahwa jumlah korban tewas kini mencapai 69 orang. Dari jumlah itu, sebut Kepala Institut Forensik Nasional, Fanuel Garcia, baru 17 korban tewas yang telah teridentifikasi.

Sekitar 46 orang lainnya mengalami luka-luka dengan sebagian besar mengalami luka serius. Otoritas setempat menyebut lebih dari 1,7 juta orang terkena dampak erupsi Gunung Fuego ini. Sebanyak 3.271 warga diminta mengungsi dan sebanyak 1.787 kamp penngungsian telah dibangun di wilayah Escuintla, Sacatepequez dan Chimaltenango.

Gunung api setinggi 3.763 meter ini mengalami erupsi pada Minggu (4/6) pagi waktu setempat, dengan memuntahkan abu dan kepulan asap pekat setinggi 10 kilometer di udara.

Kecepatan dan keganasan erupsi Gunung Fuego mengejutkan banyak orang, dengan kebanyakan korban tewas ditemukan di sekitar dan di dalam rumah masing-masing. Sejumlah korban tewas akibat terkena awan panas yang bergerak cepat pada Minggu (4/6) waktu setempat.

Erupsi Gunung Fuego pada Minggu (4/6) tercatat sebagai yang terbesar dalam empat dekade terakhir. Erupsi ini membuat Bandara Internasional Guatemala ditutup sementara.

Pada Senin (5/6) waktu setempat, aktivitas Gunung Fuego dilaporkan mulai berkurang dan diperkirakan akan semakin mereda dalam beberapa hari ke depan. Upaya evakuasi jenazah korban terhambat oleh erupsi baru yang terjadi dan tanah longsor di lereng bagian selatan gunung tersebut.

Hujan deras yang mengguyur pada Senin (4/6) sore memaksa para petugas menghentikan pencarian di El Rodeo. Hujan deras diperkirakan masih akan menghambat upaya pencarian dalam beberapa hari ke depan. (Editor Lambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad