FGD Singkatan Apa - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 21 Mei 2018

FGD Singkatan Apa

LAMBAR-Focus group discussion yang lebih terkenal dengan singkatannya FGD merupakan salah satu metode riset kualitatif yang paling terkenal selain teknik wawancara.

FGD adalah diskusi terfokus dari suatu group untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai.

Jumlah pesertanya bervariasi antara 8-12 orang, dilaksanakan dengan panduan seorang moderator.

Berbeda dengan riset kuantitatif yang metodologinya memiliki sifat pasti(exact),metode FGD yang .bersifat kualitatif memiliki sifat tidak pasti,berupa eksploratori atau pendalaman terhadap suatu masalah dan tidak dapat digeneralisasi.

Kualitas hasil FGD sangat bergantung dari kualitas moderator yang melaksanakannya. Menjadi moderator susah-susah-gampang.

Biasanya bagi rekan-rekan yang pertama kali memandu FGD akan merasa kebingungan dengan alur pembicaraan yang melompat-lompat dan repot menangani sifat-sifat peserta FGD .

FGD yang optimal diadakan dalam atmosfer santai namun focus,Jika peserta tertekan atau merasa tidak nyaman.

Maka jawaban dan pernyataan yang dikeluarkannya seringkali bukanlah pernyataan yang sebenarnya. Hal ini tentu membawa bias bagi kesimpulan yang ditarik.

Suasana santai dapat dibangun dengan layout ruangan yang cozy, dan relaxing music yang diputar sebelum sesi dimulai.

Sedangkan rapport dibangun dengan bincang-bincang santai antara moderator dan peserta yang datang terlebih dahulu.

Jangan pernah membiarkan peserta datang tanpa disambut dengan hangat, atau peserta akan menyesal telah memutuskan untuk menghadiri sesi ini.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Bappeda menggelar Rapat Focus Group Disccusion (FGD)  terkait menggagas Pembangunan Kabupaten Berbasis Konservasi Tahun 2018.

Di Ruang Rapat Pakuwon Aula Bapeda Lambar Senin, (21/5/20108).Rapat FGD digelar bersama dengan Tenaga Ahli Edison MP, Tenaga Ahli Gubernur Ansyori Jausal ,TNBBS, Lipi ,Kepala OPD, dan Lainnya.

Arahanya Kepala Bappeda Ir.Okmal M.Si,. Menyampaikan perihal yang melatarbelakangi pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di kabupaten Lambar sebagai kabupaten konservasi.

Kemudian wacana Kabupaten Konservasi Lambar tidak terlepas dari perkembangan ide Kabupaten Konservasi secara nasional di Indonesia ( Kapuas hulu, Lebong, Wakatobi, Kuningan dan Lambar ).

Selanjutnya Bupati Lambar menyatakan bahwa pembangunan wilayah Lambar tidak bisa dilepaskan dari kondisi hutan Lampung Barat.

Sebagai hulu dari sungai-sungai besar yang mengalirkan Kabupaten Lain,pada acara pembukaan workshop,peningkatan fungsi pengelolaan kawasan HPT-HL Bengkunat kawasan lindung khusus dan penyangga kehidupan pada 29 Maret 2005.

Selanjutnya dukungan kesepakatan Bupati Se- Provinsi Lampung pada tahun 2006 mendukung Kabupaten Lambar.

Sebagai Kabupaten Konservasi dan secara eksplisit kebijakan Kabupaten Konservasi dicanangkan melalui peraturan Bupati Lambar No 48 Tahun 2009 Tentang Kabupaten Lambar sebagai Konservasi .
Terkait strategi utama termaktub di dalam visi dan misi Bupati Lambar periode 2017-2022 yaitu terwujudnya Lambar Hebat dan sejahtera .

Dan Misi untuk mengembangkan wilayah melalui pembangunan infrastuktur secara berkeadilan dengan memperhatikan aspek penyelenggaraan bencana dan wawasan lingkungan . (Editor  Lambar) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad