Dialog Pencegahan Konflik - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 24 Mei 2018

Dialog Pencegahan Konflik


PESIBAR- Bupati Pesisir Barat Dr.Drs.H. Agus Istiqlal, S.H.,M.H. mengatakan,sebagai mana kita ketahui bersama.

Bahwa bangsa indonesia merupakan Negara yang berasaskan bhinneka tunggal ika yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu kesatuan indonesia.

Namun disamping itu, dengan adanya perbedaan tersebut mengandung potensi terjadinya konflik kepentingan antar kelompok yang berbeda-beda.

Permasalahan yang paling sering terjadi di indonesia adalah konflik antar pemeluk agama yang menyebabkan timbulnya kerawanan hubungan antar umat beragama yang bersumber dari berbagai aspek  diantaranya adalah.

Masih kata bupati ,Maksud Dan Tujuan dialok ini,untuk memberikan gambaran Pencegahan Konflik Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA),yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam rangka mencegah konflik sosial bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA) di Provinsi Lampung khususnya di Kabupaten Pesisir Barat.
Dengan Sasaran  Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Pasal 29 tentang kebebasan dalam beribadah untuk meningkatkan toleransi serta kerukunan antar umat beragama,katanya.

Bupati menambahkan,Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang akibat dan bahaya dari konflik SARA.

Sehingga perlu untuk diwaspadai dan dicegah agar tidak terjadi di Kabupaten Pesisir Barat.

Pesan kepada masyarakat untuk menolak dan melawan paham radikal di Kabupaten Pesisir Barat.

Mendorong tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat untuk turut serta menjaga kerukunan antar umat beragama dan menolak paham radikal,Ucapnya.

Untuk itu,Sifat dari masing-masing agama yang mengandung tugas dakwah/Misi dari agamanya masing-masing .

Seperti islam, kristen, katolik, hindu, dan budha,kurang adanya komunikasi antar pemimpin masing-masing umat beragama.

Dan kecenderungan fanatisme yang berlebihan yang mendorong munculnya sikap kurang menghormati bahkan memandang rendah pihak lain.

Kamis (24/5) yang bertempat di GSG Selalaw Labuhan Jukung .Hadir dalam acar tersebut, Kesbangpol Kabupaten Pesisir Barat.

Hadir dalam acar tersebut, wakil bupati pesisir barat,ketua dan anggota DPRD kabupaten pesisir barat,unsur forkopimda kabupaten pesisir barat dan kabupaten lampung barat.

Sekretaris daerah, pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas dan pelaksana dilingkungan pemerintah kabupaten pesisir barat.

Para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan sai batin marga se-kabupaten pesisir barat ,(Editor Lambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad