Sat Reskrim Bersama Kejaksaan Negeri Liwa Dan Kuasa Hukum Menggelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 10 April 2018

Sat Reskrim Bersama Kejaksaan Negeri Liwa Dan Kuasa Hukum Menggelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan


LAMBAR-Sat reskrim Polres Lampung Barat bersama Jaksa serta kuasa Hukum dari tersangka menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang di lakukan oleh tersangka inisial SO terhadap istri sendiri yang lagi hamil delapan bulan.
Rekonstrusi di gelar di belakang Polres sebanyak 29 adegan di lakukan oleh pelaku, pada selasa (10/4/2018) pukul 10.30 wib .
Kasat Reskrim AKP Faria Arista,S.Ikom.S.Ik. mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto,S.Ik, menjelaskan.
Berkas perkara telah di limpahkan di kejaksaan Negeri liwa, selanjutnya untuk memperjelas kronologis kejadian.
Anggota Sat Reskri sebanyak 8 personil bersama tiga Jaksa penuntut umum di dampingi kuasa hukum tersangka Hi. Abdul Qodir,SH.MH. bersama tersangka dan beberapa saksi melaksanakan rekonstruksi.

Sebanyak 29 adegan di peragakan SO, tersangka saat merekontruksi adegan pembunuhan yang di lakukanya terhadap korban yang merupakan istri pelaku sedang hamil delapan bulan.

Yang terjadi pada minggu (18/2/ 2018) sekira pukul 06.00 wib di dusun selingkut ulu Pekon sindang pagar, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat,” terang Kasat Reskrim.

Rekonstruksi pertama Sekira pukul 18.20 WIB korban menemui  pelaku sambil berkata mamak menangis gara-gara mikirin kita namun tersangka diam saja dan tidak menjawab.

selanjutnya korban kembali berkata Kamu ini gimana, rumah kebun semuanya sudah di kasih kok kamu masih males-malesan, dan pelaku menjawab Saya gak tau kalau masalah harta.

Adegan kedua Sekira jam 20.30 WIB  Korban, dan pelaku, serta  anak korban masuk ke dalam kamar belakang dikarenakan korban kesal dengan kelakuan pelaku.

korban menarik rambut pelaku sambil menangis Kemudian pelaku mendorong korban dan langsung memeluknya sambil berkata “ sudah tenang saja.

Lanjut korban dan pelaku tidur dengan posisi korban berada di pojok dekat dinding sedangkan anak korban di tengah dan pelaku di pinggir kasur.

Saat korban dan pelaku tidur, namu tersangka belum bisa tidur dan masih memikirkan bahwa harga dirinya telah di injak-injak oleh korban.

Sekira pukul 05.30 WIB korban terbangun untuk memasak dan pelaku pun belum bisa tidur dikarenakan masih kepikiran dengan hal yang tadi.

Sekira jam 06.00 WIB pelaku bangun dari tempat tidur dan meluapkan Emosinya kemudian pelaku berjalan menuju dapur untuk mencari korban.

Ketika pelaku melihat korban sedang menghidupkan api di tungku pelaku langsung mencekik leher korban dari belakang dan menggunakan tangan kanan korban pun jatuh terlentang dan pelaku masih mencekiknya.

Setelah korban terlentang pelaku menindih perut korban dan sambil memegang tangak kanan korban,” jelas Kasat.

Melihat korban pingsan pelaku membopong korban dan membawanya ke kamar depan Kemudian menidurkannya di tempat tidur tanpa kasur.

Selanjutnya pelaku mengambil kain sarung berwarna hijau di kamar belakang dan memanjat dinding rumah yang terbuat dari kayu untuk mengikat sarung tersebut di balok kayu pelapon rumah.

Dan turun memeluk bagian perut korban sambil mengangkat tubuh korban dan mengepaskan kepala korban ke kain sarung tersebut, korban pun kejang-kejang dan mengeluarkan air kencing.

Kemudian pelaku memanggil anaknya untuk memanggil saksi Lamiran tetangganya, Kemudian Lamiran datang dan melihat korban telah tergantung kemudian pelaku memerintahkan Lamiran untuk memotong kain sarung tersebut.

Sealnjutnya saksi lamiran memerintahkan anak korban untuk mengambil golok, setelah golok di ambil Sumiran Naik keatas dan memotong sarung.

Sambil memegang bagian punggung korban dan pelaku menurunkan korban dan meletakkannya di tempat tidur tanpa kasur didudukan di atas Amben .

Selanjutnya adegan ke 29 korban di bawa kepuskesmas sumberjaya oleh masyarakat setempat,” tutup Kasat. (Ir/EditorLambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad