Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 D,Catur Wulan - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 23 April 2018

Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 D,Catur Wulan


LAMBAR-Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menghadiri acara tabligh akbar dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 d,Catur Wulan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Suh Ke X, -Harlah NU yang ke 95,Muslimat NU KE 72,GP Ansor yang ke 84 Fahayat NU yang ke 68,Dan PMII yang ke 58  Dimasjid At- Taqwa Sumber Agung Kecamatan Suoh Senin,(23/04/2018).

Bupati Lambar dalam pengarahannya mengatakan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar setiap tahunnya memiliki tujuan utama, yakni sebagai umat Islam harus mampu mengambil pelajaran dan contoh tauladan Nabi Muhammad, "Seiring kita membuka kembali historisasi Isra' dan Mi'raj yang dialami Rasulullah SAW dengan memperingatinya supaya kita dapat mengambil contoh tauladan darinya.

Peristiwa yang hanya mampu dialami seseorang pilihan Allah SWT itu, merupakan petunjuk bagi kita sebagai umatnya supaya kita selalu taat dan berpegang teguh pada kebenaran, " ungkap Bupati.
Untuk itu Bupati mengajak umat Islam menjadi agen perubahan menuju kebajikan dengan mengambil pelajaran dan contoh dari kegigihan Rasulullah SAW dalam menyelamatkan umat dengan bersatu padu dengan ukhuwah Islamiah demi membangun negeri yang dicintai ini.
Dalam tausiahnya mengatakan, tujuan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW diperingati setiap tahunnya, lantaran peristiwa itu mengandung nilai nilai sejarah yang manjadi solusi berbagai persoalan dalam kehidupan manusia dari zaman dulu hingga akhir nanti.

Peristiwa ini tidak terlepas dari kehidupan Rasulullah yang menjadi panutan umat Islam. Perjalanan satu malam yang dikenal dengan Israk dan Mikraj merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh satu satunya orang pilihan Allah, yakni Nabi Muhammad dengan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina dan dilajutkan langsung naik ke langit menuju Sidratul Muntaha.

"Itu merupakan petunjuk umat supaya mencintai masjid yang merupakan baitullah (Rumah Allah). Karena Islam terbangun itu bertitik tolak dengan keberadaanya masjid, artinya terbangunnya Islam adanya masjid dan hancurnya Islam bila sudah tidak ada masjid,  ungkapnya. (Ir/EditorLambar.Com)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad