Dugaan Pemotongan Dana BOK Menguap, Kabid Dinkes Pesibar Mengelak. - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 19 April 2018

Dugaan Pemotongan Dana BOK Menguap, Kabid Dinkes Pesibar Mengelak.


PESIBAR-Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya memaksimalkan terjamin pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten pesisir barat.

Beberapa bulan yang lalu di tahun 2017 sempat digegerkan atas adanya isu ditengah-tengah masyarakat khususnya ditengah-tengah kalangan tenaga medis di ruang lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten pesisir barat.

Tentu kita penasaran, isu apakah gerangan, ternyata adanya pemotongan terhadap dana operasional kesehatan (Bok) disetiap OPT puskesmas yang ada dikabupaten pesir barat.

Sejak dugaan pemotongan Anggaran Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang terjadi di Dinkes disetiap puskesmas menguap ke permukaan, anehnya para staf di dinas itu terkesan melakukan aksi tutup mulut alias bungkam, bahkan kepala dinas enggan untuk ditemui.
Sejumlah awak media yang mencoba untuk mengkonfirmasi Masalah itu,kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten pesisir barat Bambang Purwanto harus menelan pil pahit karena yang bersangkutan tidak berada ditempat.

Salah seorang staf Kadikes yang berhasil ditemui, mengatakan, Kadis sedang tidak ditempat, karena Kadis tengah menghadiri rapat diluar (DL).

“ Kadis tidak ditempat dan kami tidak dapat menentukan kapan dapat bertemu dengannya,” ungkapnya  

Selanjutnya,Namun dengan sangat terpaksa lagi-lagi awak media harus menelan pil pahit karena yang bersangkutan menyatakan bahwa dirinya tidak ada wewenang dalam memberikan keterangan yang berkaitan dengan dana BOK.

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan Tim telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait isu tersebut, rupanya isu yang selama ini beredar ditengah masyarakat bukan hanya isapan jempol belaka.

Dari pemantauan dilapangan adanya sejulah pemotongan dana biaya operasional kesehatan (Bok)tersebut sekitar 30 % dari palfon rp500 juta.

Sedangkan dana yang dikelola dipuskesmas sekitar rp300 juta ,pemotongan mulai dilakukan sekitar November 2017.

Begitu pula ketika awak media mencoba meminta nomor telepon seluler sang Kabid, lagi-lagi terkesan aksi tutup mulut kental sangat terasa dilakukan para staf di dinas yang kembali berkilah mengaku tidak tau nomor Handphone Kabidnya.

Sebelumnya awak media telah berusaha menemui Kabid malahan ayang ada adalah stapnya . ditandai dengan telah mengisi buku tamu, namun yang bersangkutan juga tidak ada ditempat.

Lebih jauh lagi awak media ini mencoba melakukan investigasi dibeberapa Puskesmas yang ada di kabupate pesisir Barat.

Pada saat awak media hampir saja putus asa, karena begitu sulitnya mendapatkan informasi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dan pihak-pihak terkait, dimana terkesan mereka ketakutan dan seperti berada dalam sebuah tekanan.

Jika hal ini diungkapkan maka tidak menutup kemungkinan dapat mengancan karier mereka,Hal ini diungkapkan oleh salah seorang Staf yang tidak mau disebutkan namanya yang bertugas disalah satu staf diskes di Kabupaten pesisir Barat.

Kepada awak media Koran editor dari Staf tersebut mengakui adanya pemotongan (Bok) terlebih dahulu semua puskesmas dirapatkan oleh dinas kesehatan kata sumber yang bisa dipertanggung jawabkan yang engan disebutkan namanya,melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan, hal ini dilakukan atas instruksi dari Kepala Dinas Kesehatan.

Kemudian tim awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Pesibar (19/4/2018)  sekira pukul 12.00 wib, saat awak media akan Koonfermasi atas adanya pemotongan dana operasional kesehatan yang disampaikan salah satu staf  yang tidak mau identitasnya, yang mengatakan bahwa pemotongan tersebut dilaksanakan atas instruksi dari salah satu Dinas Kesehatan.

Walhasil Berdasarkan informasi yang berhasil bahwa pemotongan dana biaya operasional kesehatan (BOK) tersebut digunakan dengan alasan untuk dana saving didiskes seperti untuk pemeriksaan badan pemeriksaan keuangan (BPK) pemotongan melalui salah satu Kabid pada dinkes setempat.  (Ir/EditorLambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad