Bupati lambar Mengunjungi perpustakaan Nasional Indonesia. - Editor Lambar | editorlambar.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 26 April 2018

Bupati lambar Mengunjungi perpustakaan Nasional Indonesia.


LAMBAR- Tidak ada yang meragukan betapa pentingnya arti perpustakaan dalam membangun suatu bangsa.

Banyak pakar yang mengatakan bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan, sedangkan perpustakaan adalah sarana penting dalam pendidikan.
Tentu kalau kita berbicara tentang perpustakaan di saat ini sudah sedemikian pesat perkembangannya, termasuk dalam wujud digital.

Ada pun dalam bentuk konvensional, perpustakaan terdiri dari banyak jenis dan ukurannya,ada perpustakaan sekolah.
Perpustakaan kampus, perpustakan umum, dan juga perpustakaan khusus di suatu instansi atau perusahaan.

Di level Nasional, kita pantas berbangga karena telah selesai dibangun serta telah beroperasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia .
Sebetulnya Perpustakan sudah sangat lama ada,yang berlokasi di Jalan Salemba,Jakarta.Tapi mengingat tempat yang lama sudah tidak memadai.

Maka dibangunlah gedung baru Perpusnas yang terkesan megah dan terdiri dari 24 lantai.
Perpusnas  ini berlokasi di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, tidak jauh dari Balai Kota Jakarta tempat Gubernur Anies Baswedan berkantor.

Ternyata kemewahan Perpustakan tidak hanya terlihat dari luar,Namun juga nyaman bila kita masuk ke dalam, seperti berada di mal besar saja suasananya.
Tak heran kalau banyak pengunjung yang betah berada seharian di Perpustakan  ada kantin dengan banyak pilihan makanan bila kita lapar,Ada toilet yang bersih,ada mushalla bila mau beribadah. 

Namun tentu pengunjung harus memahami bahwa jam pelayanan Perpusnas dibatasi dari pukul 8.30 sampai jam 16.00 setiap hari.
Kecuali Minggu.Bagi yang berniat meminjam buku koleksi Perpusnas untuk dibaca di rumah, harus menjadi anggota Perpusnas yang proses pendaftarannya ada di lobi lantai 2.

Sebelum masuk ke gedung utama yang berlantai 24 itu,kita harus melewati sebuah gedung berbentuk rumah dengan arsitektur era kolonial Belanda.
Sepertinya rumah ini termasuk kategori cagar budaya dan tidak boleh diubah bentuknya,rumah ini terdapat ruang pameran baik berupa pajangan biasa maupun dari layar besar yang dioperasikan secara elektronik.

Materi yang terdapat di sini antara lain tentang sejarah munculnya aksara,jenis-jenis aksara di dunia, sejarah munculnya media tempat menulis.
Dari kulit kayu sampai era kertas modern, dan gambar cara masyarakat zaman dahulu belajar membaca.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Beserta Rombongan Melakukan kunjungan Ke perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta pada Kamis (26/4/2018).
Pada kesempatan  tersebut Bupati Lampung barat Parosil Mabsus Mengajak masyarakat Khususnya Lampung barat untuk meningkatkan minat bacanya melalui kehadiran dari perpustakaan yang ada di Lampung barat.

Karena perpustakaan itu bagian dari pendidikan, Kunci yang sangat kuat untuk mengejar ketertinggalan.

" Saat ini kami sudah mempunyai komitmen ingin menjadikan Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten literasi.

Yang diharapkan kedepannya akan menciptakan masyarakat yang berkembang dan semakin maju, Karena akan hadir inovasi baru bagi para petani dan masyarakat Lampung Barat", Pungkasnya.

Bila kita ke Perpusnas dengan membawa tas, ransel atau sejenisnya, maka terlebih dahulu harus menitipkan bawaan kita di locker yang telah tersdia.

Kuncinya kita pegang sendiri,sehingga memudahkan saat kita mau mengambil barang ketika mau meninggalkan Perpustakan,adapun Handphone, buku catatan kecil, bisa saja di bawa ke ruang baca.

Sebagai catatan penutup, perlu rasanya diingatkan tentang masalah perawatan dan pemeliharaan,Ini sebetulnya masalah klasik di negara kita.

Suatu bangunan terlihat megah hanya di beberapa tahun pertama saja, setelah itu menjadi kusam dan kotor karena kurang terawat.

Hal ini tentu tidak saja menjadi tugas pengelola Perpusnas,tapi juga pengunjung diminta kesadarannya.

Minimal dalam menjaga kebersihan, tidak mencoret-coret, dan tidak melakukan perilaku yang negatif lainnya. (Ir/EditorLambar.Com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad